JP Radar Nganjuk- Pernah dengar kisah tentang putri raja yang rela berkorban demi kepentingan masyarakatnya?. Ya ini cerita rakyat legenda Putri Kemarau dari Sumatra Selatan. Nama aslinya Putri Jelitani. Namun rakyat kerajaan memanggilnya Putri Kemarau.
Penyebutan itu karena ia dilahirkan saat musim kemarau. Putri Kemarau hidup bersama ayahnya setelah ibunya meninggal dunia.
Pada suatu hari, kerajaan tersebut dilanda kemarau sangat panjang. Akibatnya banyak masyarakat yang kelaparan serta terkena wabah penyakit.
Putri Kemarau lantas memberi saran agar semua masyarakat melakukan upacara doa bersama. Tujuannya agar Tuhan segera menurunkan hujan.
Tak lama setelah upacara ini, Putri Kemarau tiba-tiba didatangi ibu di dalam mimpi. Sang ibu berkata, musibah akan berakhir jika ada gadis yang rela berkorban. Dia mesti menceburkan diri ke laut secara sukarela.
Ternyata raja juga mengalami mimpi sama. Keesokan harinya, ia mengumpulkan semua rakyatnya. Sang raja menceritakan mimpi yang dia alami.
Kemudian bertanya apakah ada rakyat yang rela berkorban. Namun tidak ada yang berani. Tiba-tiba Putri Kemarau mengajukan diri.
Hal ini tentu mengejutkan, tak hanya bagi raja, tetapi semua masyarakat. Meski demikian, Putri Kemarau tetap teguh dengan pendiriannya.
Dia rela berkorban asal masyarakat tidak lagi mengalami musibah. Akhirnya malam harinya Putri Kemarau diantarkan ke tebing laut.
Sebelum menceburkan diri, Putri Kemarau meminta maaf dan meminta agar sang ayah dan seluruh masyarakat mengikhlaskannya.
Putri Kemarau kemudian meloncat ke laut. Tepat ketika Putri Kemarau masuk ke dalam air, tiba-tiba petir besar menyambar dan hujan deras langsung turun.
Air hujan kemudian membasahi wilayah negeri tersebut. Tidak lama kemudian, tumbuh-tumbuhan mulai menghijau dan tanah di sana kembali subur.
Sang raja gembira melihat situasi ini. Dia senang karena masyarakat sudah tidak mengalami musim paceklik lagi. Namun di satu sisi sang raja juga merasa sedih. Sebab dia mesti kehilangan putri kesayangannya.
Pada suatu malam, sang raja mendengarkan sebuah bisikan yang menyuruhnya untuk kembali ke tebing laut. Sang raja kemudian mengikuti perkataan tersebut dan pergi ke tebing laut.
Ternyata di sana sudah ada Putri Kemarau yang berdiri di sebuah karang. Ternyata Putri Kemarau diselamatkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa atas keikhlasannya untuk berkorban demi kepentingan masyarakat.
Akhirnya sang raja kembali hidup bahagia bersama Putri Kemarau di sisinya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira