Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tari Srimpi Muncar Lakonkan Peperangan Dewi Adaninggar dan Dewi Kelaswara

Endro Purwito • Rabu, 16 April 2025 | 01:30 WIB
Tari Srimpi Muncar Lakonkan Peperangan Dewi Adaninggar dan Dewi Kelaswara
Tari Srimpi Muncar Lakonkan Peperangan Dewi Adaninggar dan Dewi Kelaswara

JP Radar Nganjuk- Srimpi Muncar bukan sekadar warisan budaya. Namun, juga simbol keanggunan dan kemegahan seni tari klasik Jawa yang lestari hingga kini.

Tari klasik ini berasal dari Keraton Yogyakarta karya Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).

Srimpi Muncar pernah dipentaskan pada acara pernikahan putri Sri Sultan Hamengku Buwono VII, GKR Timur, dengan KGPAA Mangkunegoro VII pada 1920.

Popularitas tarian ini meningkat ketika tari keraton mulai diajarkan di luar istana melalui Sekolah Seni Kridha Beksa Wirama pada tahun 1918.

Di sekolah inilah putri GKR Timur, GRAj Siti Nurul Kamaril, mempelajari dan menggubah Srimpi Muncar ke dalam versi berbeda yang kemudian dikenal sebagai Srimpi Muncar gaya Mangkunegaran.

Nama "Muncar" sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti gemilang atau bersinar, yang mencerminkan keindahan dan keanggunan tarian ini. Tarian dibawakan empat penari putri, mengangkat cerita Kagungan Dalem Serat Menak.

Kisah ini menceritakan perseteruan Dewi Adaninggar, putri negeri Tartaripura, dengan Dewi Kelaswara dari negeri Kelan. Keduanya berperang untuk memperebutkan cinta Wong Agung Jayengrana.

Kelaswara akhirnya memenangkan pertempuran tersebut. Karena salah satu tokoh cerita ini adalah putri dari Cina, Srimpi Muncar juga dikenal dengan sebutan Srimpi Cina.

Saat pementasan, kedua tokoh utama dibedakan melalui gerakan, tata busana, dan tata rias.
Dewi Kelaswara membawa keris sebagai senjata.

Sementara Dewi Adaninggar menggunakan cundrik. Kedua senjata ini digunakan dalam adegan pertempuran yang menjadi klimaks dari tarian tersebut.

Srimpi Muncar terdokumentasi dalam beberapa manuskrip yang disimpan di perpustakaan KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta.

Gendhing Muncar, musik yang mengiringi tarian ini, dimainkan dengan seperangkat gamelan serta tambahan instrumen musik barat seperti biola, terompet, trombon, dan tambur.

Salah satu gerakan khas dalam Srimpi Muncar adalah gerak sojah, yang juga terdapat dalam Srimpi Teja.

Gerakan ini menggambarkan kekalahan putri Cina dalam peperangan. Gerak sojah dimulai dengan tawing kiri njimpit sampur, kemudian badan membungkuk seperti bersujud, dan beralih tawing kanan njimpit sampur di hadapan Dewi Kelaswara.

Penampilan penari dalam Srimpi Muncar sangat diperhatikan. Dewi Adaninggar mengenakan busana khas seperti kain motif cindhe, baju satin lengan panjang, dan berbagai aksesoris lainnya.

Rias wajah menonjolkan karakteristik putri Cina. Sedangkan Dewi Kelaswara mengenakan kain motif parang gurdha dengan baju rompi beludru dihiasi bordir keemasan, serta aksesoris kepala seperti jamang dan sumping ron.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#nganjuk hari ini #berita nganjuk hari ini terbaru #viral #nganjuk terkini #budaya #Tari Srimpi