JP Radar Nganjuk – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan akhir pekan ini dengan kinerja yang cukup positif.
Berdasarkan data pasar spot, Jumat (25/4), rupiah tercatat menguat ke posisi Rp16.829,5 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Garuda naik tipis 43 poin atau sekitar 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di angka Rp16.872,5 per dolar AS.
Pergerakan rupiah hari ini sedikit di luar prediksi sejumlah analis yang memperkirakan mata uang nasional bakal bergerak melemah dalam kisaran Rp16.870 hingga Rp16.930.
Namun, tekanan eksternal yang sebelumnya sempat memberatkan rupiah tampaknya mereda, memberikan ruang untuk rebound menjelang akhir pekan.
Pada awal pekan, rupiah sempat melemah hingga ditutup di level Rp16.859,5 per dolar pada Selasa (22/4), dipicu sentimen global dan penguatan dolar di pasar dunia.
Namun memasuki Jumat, investor terlihat melakukan aksi beli terhadap rupiah yang turut memperkuat posisi nilai tukar.
Penguatan ini menjadi sinyal positif meskipun tipis.
Pelaku pasar tetap diminta berhati-hati karena rupiah masih dibayangi oleh berbagai faktor, seperti arah kebijakan suku bunga The Fed, kondisi geopolitik global, dan data ekonomi domestik.
Bank Indonesia sendiri terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan kebijakan moneter yang adaptif.
Stabilitas nilai tukar menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira