JP Radar Nganjuk - Investor emas dihadapkan pada kabar kurang menyenangkan pagi ini. Harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada perdagangan hari ini, Selasa (18/11/2025), dilaporkan mengalami penurunan signifikan, membalikkan kenaikan kecil yang sempat terjadi pada hari sebelumnya.
Menurut data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram hari ini anjlok sebesar Rp 29.000, sehingga berada di level Rp 2.322.000 per gram. Penurunan tajam ini menjadikan harga emas Antam mencapai titik terendah dalam delapan hari terakhir.
Baca Juga: Anjlok Signifikan! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp50.000 per Gram
Harga Buyback Ikut Terjun Bebas
Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut merosot tajam dengan besaran yang sama. Harga buyback hari ini turun Rp 29.000, berada pada posisi Rp 2.183.000 per gram.
Perubahan harga buyback ini menjadi perhatian penting bagi investor yang berencana mencairkan aset emasnya, karena selisih antara harga jual dan buyback memengaruhi potensi keuntungan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Sentuh Angka Rp2,398 Juta per Gram
Rincian Harga Emas Antam (18 November 2025)
Berikut adalah rincian harga emas Antam pecahan lain (sebelum dikenakan pajak PPh 0,25%):
| Berat Emas | Harga Dasar (Rupiah) |
| 0,5 gram | Rp 1.211.000 |
| 1 gram | Rp 2.322.000 |
| 2 gram | Rp 4.594.000 |
| 5 gram | Rp 11.425.000 |
| 10 gram | Rp 22.770.000 |
| 100 gram | Rp 226.560.000 |
Baca Juga: Ekonomi Hari Ini: Harga Emas Antam Meroket, Tembus Rp2,296 Juta per Gram
Dipicu Pelemahan Harga Emas Global
Amblesnya harga emas Antam ini sejalan dengan pelemahan harga emas global. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas dunia anjlok hingga 0,86%, memperpanjang tren negatif selama tiga hari beruntun. Pergerakan ini dipengaruhi oleh sentimen pasar global, terutama menjelang rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat.
Penurunan tajam ini tentu menjadi momen yang perlu dicermati investor. Bagi yang berencana berinvestasi, penurunan ini bisa menjadi peluang untuk membeli di harga yang lebih rendah. Sementara itu, penjual disarankan untuk memahami selisih harga jual dan buyback untuk membuat strategi investasi yang cerdas.
Editor : Karen Wibi