NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk melonjak. Kemarin, harga cabe menembus angka Rp 90 ribu per kilogram. Salah satu pedagang cabai di Pasar Wage, Yosep Santoso, 43, mengatakan, lonjakan harga terjadi secara bertahap. Seminggu lalu masih berada di angka Rp 60 sampai Rp 70 ribu. "Sempat turun sehari, terus naik lagi. Naiknya rata-rata Rp10 ribu per kilogram,” ujarnya.
Menurut Yosep, kenaikan harga dipicu menurunnya pasokan dari daerah penghasil. Selama ini, pasokan cabai ke Nganjuk sebagian besar berasal dari Kediri. Namun, volume kiriman berkurang akibat faktor cuaca.
“Komoditi berkurang, suplai juga berkurang," jelasnya.
Dengan naiknya harga cabai, penyuplai biasanya tidak menunggu cabai merah sempurna. Melainkan masih berwarna kuning sudah dipetik. Hak tersebut juga memengaruhi kualitas cabai. "Musim hujan ini cabai merahnya lama matangnya, kebanyakan masih warna kuning atau oranye sudah dipetik,” paparnya.
Yosep menambahkan, saat harga sedang tinggi, cabai yang belum sepenuhnya merah tetap dipetik dan dijual. “Kalau cabai lagi mahal, meskipun masih kuning sudah diambil buat ngejar harga,” imbuhnya.
Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan situasi saat momen Tahun Baru lalu. Yosep menyebut harga cabai rawit sempat anjlok ke kisaran Rp 40 ribuan per kilo karena panen raya. “Tahun baru kemarin malah murah, karena banyak yang panen,” katanya.
Tak hanya cabai rawit, fluktuasi juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Harga cabai merah besar justru mengalami penurunan. Saat ini berada di angka Rp 45 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh R p58 ribu hingga Rp 60 ribu per kilo.
Sementara itu, harga cabai keriting terpantau relatif stabil di kisaran Rp 52 ribu hingga Rp 53 ribu per kilogram dan sudah anteng dalam waktu cukup lama. Adapun cabai hijau dijual di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Salah satu pembeli, Siti Aminah, 38, mengaku keberatan dengan lonjakan harga cabai rawit. “Biasanya beli banyak buat sambal. Sekarang mahal banget, jadi dikurangi. Terpaksa pilih cabai yang lebih murah,” keluh warga Kecamatan Nganjuk itu.
Pedagang memperkirakan harga masih berpotensi naik selama pasokan dari daerah produsen belum kembali normal. Musim hujan yang masih berlangsung dinilai menjadi faktor utama lambatnya panen cabai di tingkat petani. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi