NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Harga cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk anjlok kemarin. Jika sebelumnya, harga cabai rawit mencapai Rp105 ribu per kilogram, kemarin hanya Rp 85 ribu. “Turun Rp 30 ribu per kilogram,” ujar Asep, 37, pedagang cabai di Pasar Wage Nganjuk.
Anjloknya harga cabai rawit diduga karena stok cabai rawit di Pasar Wage Nganjuk melimpah. Hal ini berbeda dengan stok sebelumnya. “Pasokan cabai dari petani juga lancar,” imbuh Asep.
Meski harga cabai anjlok, namun menurut Asep cabai yang ia bawa dari Kediri tidak sepenuhnya bagus. Ada beberapa cabai yang jelek. “Ada yang bagus, ada yang kurang kualitasnya,” paparnya.
Namun disisi lain, kualitas cabai tidak menentukan penjualannya. Meski harga sempat naik turun, namun pembelinya tetap ramai.
Pantauan wartawan koran ini, penurunan harga cabai rawit membuat pembeli meningkat. Karena cabai merupakan bumbu dapur yang wajib masih relatif tinggi, penurunan harga tampak mendorong minat belanja masyarakat kembali meningkat. Terlebih jelang Ramadan.
Di sisi lain, warga mengaku lega dengan penurunan harga cabai meski nilainya masih tergolong tinggi. Siti Rahma, 35, salah satu warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengatakan, harga cabai rawit yang sempat menyentuh Rp 105 ribu membuat ibu rumah tangga kelabakan.
Karena cabai rawit sangat penting untuk masak. “Kalau cabai mahal sekali, belanja jadi terasa berat. Sekarang turun ya lumayan, semoga bisa stabil lagi,” katanya.
Siti berharap, harga cabai dapat terus turun. Apalagi mulai hari ini, Sebagian besar warga Nganjuk mulai menjalankan ibadah puasa. “Semoga harga cabai tidak terlalu mahal,” harapnya.
Hal yang senada juga disampaikan pembeli lain, Supriyono, 55. Ia mengaku penurunan harga cabai membuatnya lega. Sebab setiap hari ia harus membeli cabai lantaran untuk berjualan penyetan. “Kalau harga anjlok gini keuntungan ya sedikit meningkat,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Miko