JP Radar Nganjuk - Serial animasi Indonesia Adit Sopo Jarwo, yang diproduksi oleh MD Animation dan pertama kali tayang pada 2014, dikenal karena ceritanya yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan humor dan pesan moral.
Namun, di antara karakter-karakternya yang beragam, satu tokoh kerap menjadi sorotan negatif: Denis, sahabat Adit. Berikut adalah alasan utama mengapa Denis dibenci oleh banyak netizen:
1. Sifat Manja dan Tidak Mandiri
Denis digambarkan sebagai anak SD yang gemuk, berkacamata, dan selalu bergantung pada Adit untuk menyelesaikan masalah, bahkan untuk hal-hal sepele.
Misalnya, dalam salah satu episode, saat Denis sakit, ia memilih pergi ke rumah Adit alih-alih ke dokter atau rumah sakit, dengan alasan ibunya tidak ada di rumah.
Ketergantungannya ini membuat banyak penonton, terutama yang dewasa, merasa kesal karena Denis dianggap sebagai "beban" bagi Adit, yang selalu sabar menghadapinya.
2. Sikap Penakut dan Panikan
Denis dikenal sebagai karakter yang sangat penakut, sering kali panik berlebihan dalam situasi yang sebenarnya tidak terlalu menakutkan.
Contohnya, dalam sebuah episode, Denis menjerit ketakutan karena melihat bayangan yang ternyata hanya Bang Jarwo, bukan hantu.
Sikap ini tidak hanya membuat cerita menjadi kacau, tetapi juga memperburuk situasi bagi karakter lain, terutama Adit, yang harus menenangkannya. Netizen sering mengkritik sifat ini sebagai berlebihan dan mengganggu alur cerita.
3. Perilaku Egois dan Kurang Sopan
Banyak episode menunjukkan Denis bertindak egois atau tidak tahu malu. Misalnya, saat menginap di rumah Adit, Denis menggunakan selimut sendirian tanpa mempedulikan Adit dan Bang Sopo.
Dalam kesempatan lain, ketika ditawari makan oleh ibunda Adit, Denis langsung menyantap makanan tanpa menunggu tuan rumah, yang dianggap tidak sopan oleh penonton.
Perilaku ini membuat netizen merasa Denis tidak memiliki sopan santun dan cenderung memanfaatkan kebaikan Adit.
4. Menjadi Penyebab Masalah
Denis sering kali menjadi akar masalah dalam berbagai episode. Dalam sebuah cerita, saat Bang Jarwo sakit dan mengendarai bemo, Denis, yang menjadi penumpang, panik dan berteriak-teriak hingga menyebabkan bemo oleng dan menabrak Pak Haji.
Tingkah lakunya yang ceroboh dan kurang membantu membuat penonton jengkel, terutama karena masalah yang ditimbulkannya sering kali harus diselesaikan oleh Adit atau karakter lain.
5. Respons Negatif di Media Sosial
Kebencian terhadap Denis diperkuat oleh budaya meme di media sosial, di mana ia dijuluki "Dontol" (kependekan dari "Denis Tolol") oleh netizen.
Meme-meme seperti "Denis sakit nggak ke rumah sakit, tapi malah ke rumah Adit" menjadi viral karena menyindir sifatnya yang merepotkan.
Komentar di platform seperti X juga menunjukkan kekesalan penonton, dengan beberapa bahkan meminta produser membuat episode di mana Denis "diberi pelajaran" atau "digerebek BNN" untuk menjauhkannya dari Adit.
Sentimen ini mencerminkan betapa kuatnya persepsi negatif terhadap Denis di kalangan penonton.
6. Perbandingan dengan Karakter Lain
Dibandingkan dengan Adit, yang digambarkan sebagai anak baik hati, berani, dan bijaksana, atau bahkan Bang Jarwo dan Sopo, yang meskipun usil tetapi memiliki sisi humor dan perkembangan karakter, Denis dianggap kurang memiliki nilai pendidikan karakter yang positif.
Sifatnya yang konsisten merepotkan tanpa banyak perubahan membuatnya sulit diterima sebagai karakter yang relatable atau disukai.
Baca Juga: Detox Digital di Malam Minggu, Cara Simpel Lepas dari Notifikasi dan Lebih Dekat dengan Diri Sendiri
Meskipun banyak dibenci, beberapa sumber menunjukkan bahwa Denis memiliki sisi positif, seperti kesetiaannya sebagai teman Adit, suka menolong ibunda Adit, dan menjaga adik Adit, Adel.
Ada juga spekulasi bahwa sifat gugup dan ketergantungannya mungkin dipengaruhi oleh lingkungan keluarganya, seperti ibunya yang digambarkan ketus dan dingin dalam salah satu episode.
Namun, sisi positif ini sering kali tertutup oleh tingkah lakunya yang mengesalkan, sehingga sulit bagi penonton untuk bersimpati.
Denis dalam Adit Sopo Jarwo menjadi sasaran kebencian netizen karena sifatnya yang manja, penakut, egois, dan sering menyebabkan masalah, terutama bagi Adit.
Julukan "Dontol" dan meme-meme di media sosial memperkuat persepsi negatif ini, menjadikannya salah satu karakter animasi Indonesia yang paling kontroversial.
Meskipun memiliki beberapa sisi positif, perilaku Denis yang konsisten merepotkan membuatnya sulit disukai, terutama oleh penonton dewasa yang mengharapkan karakter dengan perkembangan atau nilai moral yang lebih kuat.
Namun, kehadiran Denis juga membuat cerita lebih berwarna, menunjukkan kesabaran Adit sebagai tokoh utama, meskipun sering kali mengundang emosi penonton.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira