Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Komunitas Pantomim Nganjuk, Diminati Karena Jadi Senjata Siswa di PPDB

Redaksi Radar Nganjuk • Minggu, 28 April 2024 | 20:15 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Choirul Arifin, 34, menceritakan awal mula dirinya terjun di dunia seni pantomim. Dia mulai menyukai pantomim sejak 2007. Saat itu dia masih duduk di bangku SMA. Meskipun masih sebatas iseng-iseng berjalan ala-ala Michael Jackson.

Kemudian kecintaannya pada pantomim kembali terpupuk saat dia mengajar di sekolah swasta di Kabupaten Ngawi pada 2015. Kemudian, dia mulai mengenalkan seni pantomim melalui kegiatan ekstrakurikuler di SD-SD. “Karena seni pantomime ini juga dilombakan oleh Kemendikbud melalui Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Lalu siswa yang saya latih saat itu pernah menjuarai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi pada 2019,” ujar pria asli Ngawi itu.

Photo
Photo

Setelah itu, dia hijrah ke Kota Angin dan mulai mengembangkan seni pantomim di Nganjuk pada 2019. Tak tanggung-tanggung, sejak 2019 melatih siswa untuk perlombaan FLS2N juga mendapat juara di tingkat kecamatan hingga kabupaten pada 2023 lalu. “Event lomba dikhususkan untuk anak-anak usia SD, dan SMP. Kalau untuk orang dewasa belum ada, mereka justru lebih ke konsep hiburan, komunitas dan street mime,” terangnya.

Meskipun saat ini jarang sekali ada tanggapan. Namun dia tidak mempermasalahkan. Pantomim di mata pria yang nama panggungnya Yudhi ini merupakan sebuah imajinasi. Di mana benda yang awalnya tidak ada, namun sengaja diwujudkan oleh para mime. Sehingga, imajinasi pelaku pantomim harus liar, kuat, dan kreatif. “Anak-anak mudah memerankan pantomim karena dunia mereka penuh imajinasi. Dunia mereka bermain dan bergerak. Tepat sekali kalau diajari sejak dini,” imbuhnya.

Salah satu anak-anak yang tertarik dunia pantomim adalah Nova Setiawan, 16, warga Desa Bareng, Kecamatan Sawahan dan Septian Yoga Tri Kusuma, 15, warga Desa Putuk, Kecamatan Sawahan. Keduanya bersekolah di SMPN 1 Sawahan. Mereka mengaku menggeluti seni pantomim sejak masih duduk di bangku SD. “Alasan saya menyukai pantomim karena seni ini ada lombanya. Kalau menang, sertifikatnya bisa untuk mendaftar di SMPN dan SMAN saat penerimaan peserta didik baru (PPDB),” ujar Nova.

Selain bisa untuk nilai plus saat PPDB, dia juga mendapat hadiah uang jika juara. Seperti saat itu juara 1 tingkat SD se-Kabupaten Nganjuk. Nova mendapat uang Rp 700 ribu. Bahkan terakhir di tingkat SMP, dia juga juara 1 mendapat hadiah uang Rp 1 juta.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk