NGANJUK, JP Radar Nganjuk- BPR Anjuk Ladang Perseroda menggelar Bank Anjuk Ladang Preneur Batch 2 Tahun 2025.
Tujuannya untuk mendorong UMKM di Kabupaten Nganjuk memiliki daya saing. Terlebih menciptakan produk yang halal, sehat, dan legal.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Roro Kuning Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk itu diikuti oleh puluhan pelaku usaha asal Kota Angin.
Selain itu, BPR Anjuk Ladang juga mengundang beberapa narasumber profesional.
Seperti Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nganjuk, dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk.
Dalam sambutannya, Direktur BPR Anjuk Ladang Nurkamdani mengatakan, BPR Anjuk Ladang atau yang dikenal sebagai Bank Anjuk Ladang berkomitmen memajukan UMKM lokal di Nganjuk.
Salah satunya adalah dengan memberi pelatihan untuk mampu menciptakan produk yang halal, sehat, dan legal.
“Kami ingin memajukan UMKM lokal agar memiliki daya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.
Nurkamdani mengatakan produk halal, sehat, dan legal adalah syarat agar UMKM dapat memiliki daya saing.
Seperti tentang sertifikasi halal yang bukan hanya identitas keagamaan. Tetapi juga simbol mutu dan kredibilitas.
Lalu, produk yang sehat menandakan kepatuhan terhadap standar higienis dan keamanan pangan.
Sementara legalitas, melalui PIRT dan izin usaha lainnya, membuka peluang lebih besar untuk ekspansi dan kolaborasi lintas sektor.
“Tiga hal itu wajib dipenuhi oleh pelaku UMKM agar dapat terus berkembang,” tandas Nurkamdani.
Sementara itu, Bupati Marhaen Djumadi mengapresiasi pelatihan yang dilakukan oleh BPR Anjuk Ladang.
Menurut orang nomor satu di Nganjuk itu, apa yang dilakukan oleh BPR Anjuk Ladang adalah upaya konkret untuk memajukan ekonomi di Kabupaten Nganjuk.
“Terima kasih BPR Anjuk Ladang yang terus berperan untuk memajukan ekonomi di Nganjuk. Khususnya, pada pelaku UMKM,” ujarnya. (wib/ik3/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira