JP Radar Nganjuk - Di dunia media sosial, terutama X atau yang lebih dikenal sebagai Twitter, istilah menfess cukup populer di kalangan pengguna.
Menfess adalah singkatan dari mention confess, yang berarti mengungkapkan pengakuan atau perasaan melalui sebutan.
Fenomena ini mengacu pada kegiatan berbagi perasaan, pendapat, atau curhatan hati secara anonim, tanpa diketahui siapa pengirimnya.
Biasanya, pengguna yang ingin mengirimkan menfess akan melakukannya melalui akun-akun anonim atau autobase.
Melalui akun ini, mereka dapat mengirimkan pesan melalui direct message (DM), yang kemudian akan diposting secara anonim di timeline akun menfess tersebut.
Akun-akun ini seringkali memiliki aturan tertentu, seperti menggunakan kata kunci khusus, untuk menjaga kualitas dan relevansi pesan yang diterima.
Pesan yang dikirim melalui menfess bisa sangat beragam, mulai dari pertanyaan, saran, hingga curhatan pribadi.
Topik yang dibahas juga bervariasi, mulai dari masalah percintaan, kehidupan sekolah atau pekerjaan, hingga masalah sehari-hari.
Contohnya, seseorang bisa mengirimkan pesan anonim berisi pertanyaan tentang cara belajar yang efektif atau berbagi pengalaman pribadi terkait hubungan percintaan.
Menfess memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk berbagi perasaan dan pemikiran tanpa harus mengungkapkan identitas asli mereka.
Hal ini bisa membantu mereka yang ingin mendapatkan saran atau berbagi pengalaman secara lebih terbuka.
Namun, fenomena ini juga memiliki sisi negatif, karena terkadang pesan yang dikirim bisa berisi gosip, fitnah, atau informasi yang salah.
Fenomena menfess cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan remaja dan berbagai komunitas.
Ada banyak akun menfess dengan tema-tema spesifik, seperti yang berkaitan dengan dunia pendidikan, pekerjaan, kecantikan, makanan, Cat Lovers, dll.
Sebagai contoh, ada akun menfess yang berfokus pada berbagi informasi atau pengalaman seputar dunia kerja seperti akun menfess @worksfess, di mana pengguna dapat mengirimkan pesan anonim terkait tips karier atau masalah pekerjaan.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira