NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dengan meningkatnya penggunaan produk alternatif tembakau, semakin banyak orang yang beralih dari rokok tradisional ke alat modern seperti pod dan vape.
Meskipun kedua perangkat ini terlihat serupa, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui.
Pod dan vape adalah perangkat yang digunakan untuk mengalirkan nikotin melalui uap, bukan asap yang dihasilkan oleh rokok konvensional.
Vape adalah alat yang lebih besar dan lebih kompleks, yang menggunakan cairan nikotin (e-liquid) yang dipanaskan untuk menghasilkan uap.
Sementara itu, pod adalah versi yang lebih kecil dan sederhana dari vape, yang menggunakan kapsul kecil berisi cairan nikotin, atau "pod," untuk menghasilkan uap.
Perbedaan utama antara pod dan vape terletak pada ukuran dan desainnya.
Vape biasanya lebih besar dan terdiri dari beberapa bagian, seperti baterai, coil, dan tangki untuk menampung e-liquid. Serta membutuhkan perawatan dan pengisian ulang e-liquid secara manual.
Di sisi lain, pod memiliki desain yang lebih kompak dan praktis.
Pod biasanya terdiri dari dua bagian utama yaitu, perangkat baterai dan pod yang dapat diganti.
Pod ini sering kali sudah terisi dengan e-liquid, sehingga lebih mudah digunakan dan lebih mudah dibawa-bawa.
Selain itu Pod juga lebih praktis karena tidak memerlukan pengisian ulang e-liquid atau perawatan coil secara rutin.
Vape, sebaliknya, membutuhkan sedikit lebih banyak perhatian. Pengguna harus mengisi ulang e-liquid, mengganti coil, dan memastikan perangkat berfungsi dengan baik.
Proses ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam memilih e-liquid, tetapi juga menambah tingkat kompleksitas.
Pada umumnya Pod memberikan pengalaman merokok yang lebih ringan, dengan nikotin yang lebih halus.
Biasanya nikotin yang digunakan pada Pod adalah nikotin garam (salt nicotine), yang lebih cepat diserap tubuh, memberikan efek nikotin yang cepat tanpa harus menghisap terlalu banyak.
Hal ini menjadikan pod pilihan yang baik bagi pemula atau mereka yang ingin pengalaman merokok yang lebih ringan.
Sementara itu, vape memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tingkat nikotin sesuai dengan keinginan.
Dengan vape, pengguna dapat memilih e-liquid dengan berbagai kadar nikotin dan juga berbagai rasa.
Pengalaman merokok dengan vape bisa lebih intens dan bervariasi dibandingkan dengan pod.
Uap yang dihasilkan Vape yang lebih banyak dan lebih kental karena coil yang lebih besar dan lebih kuat. Sedangkan Pod menghasilkan uap yang lebih sedikit dan lebih ringan, namun banyak pod yang memiliki rasa nikotin yang lebih kuat dan mudah terhirup, memberikan sensasi yang lebih halus.
Dari segi harga Pod cenderung lebih terjangkau daripada vape. Harga perangkat pod umumnya lebih rendah, dan biaya penggantian pod juga lebih murah.
Di sisi lain, vape biasanya memiliki harga yang lebih tinggi, terutama untuk model yang lebih canggih dan memiliki fitur tambahan. Selain itu, biaya penggantian coil dan pembelian e-liquid dapat meningkatkan pengeluaran secara teratur.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira