1. Pemilihan Lokasi dan Media Tanam
-
Pastikan pohon ditanam di lokasi dengan sinar matahari penuh.
-
Gunakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase baik.
-
Campurkan pupuk kandang atau kompos ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.
2. Penyiraman yang Tepat
-
Siram pohon secara teratur, terutama saat musim kemarau.
-
Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan akar membusuk.
3. Pemupukan Rutin
-
Gunakan pupuk NPK (16:16:16) setiap 2–3 bulan untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang.
-
Tambahkan pupuk kandang atau kompos setahun sekali untuk meningkatkan kesuburan tanah.
-
Saat mulai berbunga, gunakan pupuk yang kaya fosfor dan kalium untuk merangsang pembentukan buah.
4. Pemangkasan
-
Pangkas cabang yang kering, mati, atau terlalu rimbun agar sinar matahari bisa masuk ke bagian dalam pohon.
-
Pemangkasan juga membantu merangsang pertumbuhan tunas baru dan produksi bunga.
5. Perangsangan Pembungaan
-
Jika pohon sulit berbunga, lakukan stres air dengan mengurangi penyiraman selama 2–3 minggu, lalu siram kembali secara normal.
-
Bisa juga menggunakan zat perangsang bunga seperti KNO3 atau ZPT (Zat Pengatur Tumbuh).
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
-
Periksa secara rutin apakah ada serangan hama seperti ulat, kutu putih, atau lalat buah.
-
Gunakan pestisida nabati atau insektisida jika hama menyerang dalam jumlah banyak.
-
Pastikan pohon tidak terkena jamur dengan menjaga kebersihan area sekitar dan memangkas cabang yang terlalu rapat.
Dengan perawatan yang baik, pohon kelengkeng dapat tumbuh sehat dan berbuah lebat setiap musim.
Baca Juga: Kelengkeng Cepat Berbuah, Pilih Jenis yang Tepat untuk Panen Lebih Cepat!
Editor : Miko