JP Radar Nganjuk - Dalam dunia kuliner, terutama pada acara makan yang terdiri dari beberapa hidangan, ada tiga jenis hidangan utama yang disajikan berturut-turut: appetizer (hidangan pembuka), main course (hidangan utama), dan dessert (hidangan penutup).
Setiap hidangan ini memiliki fungsi dan ciri khas yang berbeda.
1. Appetizer (Hidangan Pembuka)
Appetizer adalah hidangan yang disajikan pertama kali untuk membangkitkan selera makan sebelum hidangan utama datang.
Hidangan ini umumnya disajikan dalam porsi kecil dan memiliki rasa yang ringan serta menyegarkan.
Biasanya, porsi appetizer berkisar antara 50 hingga 100 gram per orang.
Beberapa contoh appetizer yang umum adalah salad buah, salad sayur, sup, risoles, kroket, atau koktail.
2. Main Course (Hidangan Utama)
Main course adalah hidangan utama yang disajikan untuk memberikan kepuasan bagi selera makan dan mengenyangkan.
Hidangan ini biasanya terdiri dari bahan utama seperti protein (daging, ayam, ikan), karbohidrat (nasi, pasta, kentang), serta sayuran.
Porsi main course lebih besar dibandingkan appetizer, yakni sekitar 175 hingga 225 gram per porsi.
Contoh hidangan utama bisa berupa steak, pasta, pizza, nasi goreng, atau risotto.
3. Dessert (Hidangan Penutup)
Dessert adalah hidangan yang disajikan sebagai penutup setelah hidangan utama, bertujuan memberikan sensasi manis yang menyegarkan setelah makan.
Hidangan penutup ini dapat berupa makanan manis atau gurih dan bisa disajikan dalam kondisi dingin atau panas.
Beberapa contoh dessert yang umum adalah es krim, puding, kue, buah segar, banana flambe, atau apple pie.
Memahami urutan dan jenis hidangan ini sangat penting, terutama dalam konteks tata cara makan yang tepat atau "table manner", agar pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira