Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Kenali istilah Jet Lag, Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Perjalanan Lintas Zona Waktu

Redaksi Radar Nganjuk • Minggu, 6 April 2025 | 16:30 WIB
Kenali istilah Jet Lag, Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Perjalanan Lintas Zona Waktu
Kenali istilah Jet Lag, Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Perjalanan Lintas Zona Waktu

JP Radar Nganjuk - Jet lag merupakan gangguan tidur yang sering terjadi setelah melakukan perjalanan jauh melalui beberapa zona waktu.

Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh, dengan zona waktu yang baru.

Ketidaksesuaian ini menyebabkan beberapa gejala, seperti kesulitan tidur, kelelahan berlebihan pada siang hari, sakit kepala, dan perubahan suasana hati yang drastis.

Gangguan jet lag disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan waktu setempat.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami jet lag diantaranya adalah melakukan perjalanan yang melintasi banyak zona waktu, mengunjungi zona waktu yang lebih maju atau mundur, atau rutinitas bepergian yang sering.

Faktor lainnya termasuk usia, di mana orang yang lebih tua biasanya lebih sulit beradaptasi dengan perubahan waktu, stres, kurang tidur sebelumnya, kebiasaan tidur yang buruk, serta pola makan yang buruk, seperti konsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan.

Jet lag umumnya muncul dalam waktu 12 jam setelah tiba di destinasi dan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Beberapa gejala yang sering ditemui meliputi kesulitan tidur (insomnia), rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, penurunan konsentrasi, sakit kepala, perubahan mood seperti mudah marah, serta gangguan pencernaan.

Gejala-gejala ini dapat bervariasi tingkat keparahannya, tergantung pada individu dan seberapa besar perubahan zona waktu yang dialami.

Baca Juga: Wendy Walters Alami Cedera Kaki dan Leher Usai Tertabrak Jetski, Begini Kronologinya

Jet lag bersifat sementara, dan biasanya gejala-gejalanya akan menghilang dalam beberapa hari.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak jet lag, seperti menyesuaikan waktu tidur beberapa hari sebelum perjalanan dengan zona waktu tujuan, mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hari setibanya di tempat tujuan untuk membantu tubuh beradaptasi, serta menghindari tidur yang berlebihan di pesawat.

Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari alkohol serta kafein yang dapat mengganggu kualitas tidur.

Untuk mengurangi dehidrasi, pastikan Anda cukup mengonsumsi air putih.

Jika gejala jet lag tidak mereda setelah satu minggu atau semakin memburuk, serta disertai dengan demam atau gejala lain yang mencurigakan, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter.

Dokter dapat memberikan saran berupa terapi cahaya atau bahkan obat-obatan untuk membantu tubuh beradaptasi dengan ritme waktu baru.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#tips #jet lag