Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Digigit Lintah, Apa Bisa Mati? Ini Jawaban Ilmiahnya!

Nakula Agi Sada • Minggu, 13 April 2025 | 00:51 WIB
Photo
Photo

JP Radar Nganjuk - Lintah sering kali menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi mereka yang suka menjelajah alam liar atau berenang di sungai dan rawa. Makhluk kecil ini dikenal sebagai penghisap darah, dan tidak sedikit yang bertanya-tanya: mungkinkah lintah menyedot darah manusia sampai menyebabkan kematian?

Secara ilmiah, jawabannya adalah tidak. Seekor lintah hanya mampu mengisap sekitar 5 hingga 15 mililiter darah dalam satu kali makan. Setelah kenyang, ia akan melepaskan diri dan bisa bertahan hidup berbulan-bulan tanpa makan lagi. Jumlah darah yang hilang akibat satu lintah tidak akan berdampak besar bagi tubuh manusia yang sehat.

Namun, bukan berarti lintah sepenuhnya aman. Ada beberapa kasus langka yang memperlihatkan bagaimana lintah bisa membahayakan manusia, terutama jika berada dalam jumlah banyak atau masuk ke dalam tubuh. Hal inilah yang kadang menimbulkan kesan bahwa lintah adalah makhluk yang mematikan.

Salah satu kasus ekstrem adalah ketika lintah berhasil masuk ke dalam tubuh manusia—melalui hidung, tenggorokan, atau bahkan organ intim—biasanya karena seseorang meminum air kotor yang terkontaminasi lintah kecil. Di dalam tubuh, lintah bisa menempel pada jaringan lunak dan terus menghisap darah tanpa terlihat, menyebabkan pendarahan internal yang serius.

Selain itu, luka akibat gigitan lintah bisa berisiko mengalami infeksi jika tidak segera dibersihkan dan dirawat. Meski tampak kecil, luka terbuka yang terpapar bakteri atau kotoran bisa memicu komplikasi medis, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Beberapa orang juga bisa mengalami reaksi alergi terhadap air liur lintah yang mengandung zat anti-pembekuan darah. Reaksi ini bisa menyebabkan pembengkakan, ruam, atau bahkan gejala yang lebih serius seperti sesak napas. Kasus seperti ini sangat jarang, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Kondisi lain yang bisa memperparah dampak gigitan lintah adalah anemia. Jika seseorang sudah kekurangan darah dan kemudian tergigit lintah dalam jumlah banyak—misalnya saat terjebak di rawa atau hutan lembap—kehilangan darah tambahan bisa menjadi berbahaya, terutama jika tidak segera mendapat pertolongan medis.

Namun demikian, dalam konteks sehari-hari, risiko kematian karena gigitan lintah sangat kecil, bahkan nyaris tidak ada. Lintah lebih cenderung menghindar daripada menyerang, dan hanya akan menggigit jika mereka merasa aman serta menemukan kulit yang terbuka.

Jadi, meskipun tampangnya menyeramkan dan kegemarannya menghisap darah terdengar seperti adegan film horor, lintah bukanlah pembunuh berdarah dingin. Mereka hanyalah bagian dari ekosistem yang unik—dan terkadang, digunakan secara medis untuk membantu penyembuhan luka dan meningkatkan sirkulasi darah. Menakutkan? Mungkin. Mematikan? Hampir tidak.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#lintah darat #lintah #radar nganjuk #digigit lintah