Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Fedi Nuril Tak Gentar Dihujat Netizen karena Vokal Kritik Pemerintah

Elna Malika • Minggu, 27 April 2025 | 00:13 WIB
Fedi Nuril Tak Gentar Dihujat Netizen karena Vokal Kritik Pemerintah
Fedi Nuril Tak Gentar Dihujat Netizen karena Vokal Kritik Pemerintah

JP Radar Nganjuk - Aktor Fedi Nuril belakangan menjadi sorotan publik karena keberaniannya menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui media sosial, khususnya di platform X.

Sikap vokalnya ini kerap memicu reaksi beragam dari warganet, mulai dari dukungan hingga serangan verbal.

Namun, Fedi menegaskan bahwa hujatan tersebut hanya terjadi di dunia maya dan tidak memengaruhi kehidupannya di dunia nyata.

Dalam wawancara di Jakarta Selatan pada April 2025, Fedi mengungkapkan bahwa ia mulai aktif bersuara karena merasa tidak bisa lagi diam melihat ketidakadilan sosial dan politik di Indonesia.

"Dulu saya memang lebih pasif, tapi ada titik di mana saya merasa harus berbicara," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kritiknya selalu didasarkan pada data dan fakta, bukan sekadar luapan emosi, agar pesannya dapat diterima dengan baik.

Fedi mengakui bahwa serangan di media sosial memang kerap terjadi, terutama dari pihak yang tidak sepakat dengan pandangannya.

Ia sering menghadapi tudingan miring, seperti dianggap dibayar pihak asing atau diminta pindah negara karena kritiknya terhadap pemerintah, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal ini, Fedi dengan santai membalas, "Di dunia nyata, orang-orang justru mengapresiasi.

Yang ribut cuma di medsos." Ia bahkan pernah menyinggung tuduhan dibayar asing dengan nada satir, menyebutnya sebagai "pencapaian" karena dianggap sebagai aset oleh pihak tertentu.

Meski istrinya, Calysta Vanny Widyasasti, sempat khawatir dengan serangan netizen di awal-awal, Fedi menegaskan bahwa dukungan keluarga membuatnya tetap teguh.

"Istri saya tahu apa yang saya sampaikan berdasarkan fakta, jadi dia tenang," ungkapnya. Menurut Fedi, serangan di media sosial kini mulai berkurang, dan ia justru mendapat banyak dukungan dari warganet yang sependapat dengannya.

Fedi juga menekankan bahwa bersikap kritis adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara di negara demokrasi.

Ia memandang pemerintah sebagai pihak yang digaji rakyat, sehingga wajib diawasi agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Sejarah membuktikan bahwa kekuasaan cenderung korup jika tidak dikontrol," katanya. Sikap ini, baginya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untuk mewakili suara masyarakat yang tidak bisa berbicara.

Keberanian Fedi tidak hanya terlihat dalam kritiknya terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga dalam menghadapi kontroversi.

Misalnya, ia pernah mempertanyakan pengangkatan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara, menyebut prestasinya "tidak jelas."

Ia juga vokal menyoroti revisi UU TNI yang dinilainya cacat legislasi, bahkan sampai berdebat dengan pejabat tinggi seperti Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.

Meski kerap dihujat, Fedi menegaskan bahwa ia tidak takut kehilangan pekerjaan di industri hiburan.

Justru, sikap vokalnya membuka peluang baru, dengan banyak produser yang menawarkan peran berbeda karena melihat sisi lain dari dirinya. "Banyak teman di industri ini yang profesional. Mereka tidak peduli dengan komentar negatif netizen," ujarnya.

Fedi Nuril membuktikan bahwa keberanian menyuarakan pendapat, meski penuh risiko, adalah bagian dari perjuangan untuk keadilan.

Baginya, serangan di media sosial hanyalah "kebisingan" sementara yang tidak akan menghentikan langkahnya untuk terus kritis demi kebaikan bersama.

Editor : Elna Malika
#kritik #kebijakan pemerintah #fedi nuril #radar nganjuk #media sosial #dihujat netizen