Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Penemuan Warna Baru 'Olo': Sensasi Visual yang Tak Pernah Terbayangkan

Elna Malika • Minggu, 27 April 2025 | 20:22 WIB
Penemuan Warna Baru Bernama Olo, Sensasi Visual yang Tak Pernah Terbayangkan
Penemuan Warna Baru Bernama Olo, Sensasi Visual yang Tak Pernah Terbayangkan

JP Radar Nganjuk - Bayangkan sebuah warna yang begitu unik, tak pernah tersentuh oleh mata manusia sebelumnya. Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, telah mengguncang dunia sains dengan menemukan warna baru bernama 'Olo'.

Warna ini bukanlah sesuatu yang bisa dilihat di pelangi atau layar digital, melainkan hanya dapat dialami melalui teknologi canggih.

Artikel ini akan mengupas penemuan luar biasa ini dan apa artinya bagi masa depan persepsi visual manusia.

Olo digambarkan sebagai perpaduan biru-hijau yang sangat jenuh, mirip teal namun dengan intensitas yang jauh lebih mencolok.

Hanya lima orang di dunia, para ilmuwan yang terlibat dalam eksperimen yang telah melihatnya. Warna ini tidak dapat dilihat secara alami karena membutuhkan stimulasi khusus pada sel kerucut M (medium-wavelength cone) di retina, yang biasanya mendeteksi warna hijau.

Nama 'Olo' sendiri berasal dari kode biner 010, yang menandakan hanya sel M yang diaktifkan tanpa melibatkan sel kerucut L (merah) atau S (biru).

Penemuan Olo berasal dari eksperimen menggunakan teknologi 'Oz', sebuah sistem laser presisi tinggi yang menargetkan sel fotoreseptor di retina. Dalam penglihatan normal, ketiga sel kerucut (L, M, S) bekerja bersama, menciptakan kombinasi warna yang kita kenal.

Namun, tim peneliti berhasil mengisolasi sel M dengan menembakkan pulsa laser femtodetik, menghasilkan persepsi warna yang benar-benar baru.

Eksperimen ini, yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada 18 April 2025, melibatkan lima partisipan yang menggambarkan Olo sebagai pengalaman visual yang “tak tertandingi”.

Meski dianggap revolusioner, penemuan Olo menuai perdebatan. Beberapa ahli, seperti Profesor John Barbur dari University of London, berpendapat bahwa Olo bukanlah warna baru, melainkan variasi hijau yang sangat jenuh.

Menurutnya, ini lebih tentang manipulasi persepsi daripada penemuan warna sejati. Namun, tim Berkeley menegaskan bahwa Olo adalah sensasi visual yang tidak dapat direplikasi dalam kondisi alami, menjadikannya terobosan dalam ilmu penglihatan.

Penemuan Olo bukan hanya soal estetika, tetapi juga membuka peluang besar. Teknologi Oz dapat membantu memahami cara otak memproses warna, bahkan berpotensi mengatasi buta warna dengan menstimulasi sel kerucut secara selektif.

Selain itu, penelitian ini bisa menginspirasi inovasi di bidang teknologi layar atau terapi visual. Meski Olo belum bisa dinikmati secara luas karena hanya terlihat melalui laser di laboratorium penemuan ini menunjukkan bahwa indera manusia masih menyimpan potensi tak terbatas.

Olo adalah bukti bahwa dunia masih menyimpan misteri, bahkan dalam hal sekecil warna. Dengan teknologi Oz, para ilmuwan telah membuka jendela baru ke persepsi visual, menantang batas-batas penglihatan manusia.

Meski masih kontroversial, Olo telah memicu diskusi global tentang warna, otak, dan teknologi. Mungkin suatu hari, kita semua bisa melihat Olo tanpa laser orang hanya bisa bermimpi untuk saat ini!

Editor : Elna Malika
#oz #ilmuan #Pantone #radar nganjuk #warna baru #olo #Teknologi Canggih