JP Radar Nganjuk – Banyak orang masih berpikir bahwa susu adalah minuman favorit kucing. Tak jarang, pemilik hewan menggemaskan ini dengan senang hati menuangkan semangkuk susu ke wadah si meong.
Namun, benarkah susu aman untuk kucing? Atau justru bisa berdampak buruk bagi kesehatannya?
Faktanya, tidak semua kucing boleh atau cocok minum susu, terutama susu sapi yang biasa dikonsumsi manusia.
Menurut sejumlah dokter hewan, kebanyakan kucing, terutama yang sudah dewasa, mengalami intoleransi laktosa.
Artinya, sistem pencernaan mereka tidak bisa mencerna laktosa dengan baik, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan.
Gejala yang Bisa Muncul Setelah Minum Susu
Jika kucing yang intoleran terhadap laktosa tetap diberikan susu, biasanya akan mengalami beberapa gejala, antara lain diare atau feses yang sangat cair, perut kembung atau bergas, muntah, lesu dan tidak nafsu makan.
Masalah ini tentu dapat mengganggu kesehatan kucing secara keseluruhan, apalagi jika terjadi terus-menerus.
Lalu kapan susu boleh diberikan?
Susu hanya direkomendasikan untuk anak kucing yang masih dalam masa menyusu, dan sebaiknya itu adalah susu khusus formula untuk anak kucing yang tersedia di pet shop atau direkomendasikan oleh dokter hewan.
Susu sapi, susu kental manis, atau susu UHT manusia tidak cocok untuk anak kucing maupun kucing dewasa karena kandungan gulanya yang tinggi dan sulit dicerna oleh sistem pencernaan mereka.
Jika Anda ingin memberikan susu sebagai camilan, pilih susu khusus untuk kucing (cat milk) yang bebas laktosa dan diformulasikan aman bagi hewan berbulu tersebut.
Namun tetap harus diberikan dalam jumlah terbatas dan tidak menggantikan air putih, yang tetap menjadi minuman utama bagi kucing.
Jadi, mulai sekarang sebaiknya pemilik hewan peliharaan lebih bijak dalam memberikan asupan makanan dan minuman bagi kucing.
Alih-alih memberikan susu sembarangan, lebih baik berikan makanan bergizi seimbang dan pastikan air bersih selalu tersedia setiap hari.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira