Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ini Ritual Tidur Baru Ini Bikin Anak Cepat Tertidur Tanpa Drama

Jauhar Yohanis • Kamis, 22 Mei 2025 | 22:35 WIB

Ritual sebelum tidur
Ritual sebelum tidur

JP Radar Kediri- Ini kisah pembaca klien Parentco saat mengalami masalah dengan anak-anaknya sebelum tidur.

Kami pikir kami sudah punya segalanya terkendali. Dua anak laki-laki yang aktif, rutinitas harian yang terstruktur, dan malam-malam yang tenang—setidaknya sebagian besar waktu. Tapi itu semua berubah saat si sulung yang biasanya kooperatif tiba-tiba berubah jadi monster kecil di waktu tidur.

Apa yang awalnya rutinitas manis—pakai piyama, gosok gigi, baca buku—mendadak menjadi medan pertempuran. Kami bingung, marah, dan jujur saja, sangat lelah.

Namun, alih-alih terus-menerus menegur dan menghukum, sebuah inspirasi datang dari tempat yang tak disangka: buku cerita anak Goodnight Moon. Buku sederhana ini menyebutkan benda-benda dalam kamar tidur si kelinci kecil sambil mengucapkan “selamat malam” pada masing-masing. Sederhana, ritmis, dan ternyata sangat efektif sebagai sinyal tidur bagi otak anak.

Bersamaan dengan itu, saya teringat saran dari Elizabeth Pantley, penulis buku The No-Cry Sleep Solution, yang menekankan pentingnya rutinitas tidur yang konsisten dan penggunaan sinyal verbal untuk membantu anak membangun pola tidur yang sehat.

Dan di situlah saya mulai menyusun kembali ritme malam keluarga kami.

Ritual Baru Sebelum Tidur. Sederhana Tapi Ajaib

Kami menciptakan ritual baru yang melibatkan seluruh anggota keluarga—bukan hanya si anak. Berikut adalah langkah-langkah yang kini menjadi penyelamat malam kami:

  1. Setiap anggota keluarga memilih tiga benda spesial dari rumah.
  2. Kami mengadakan sesi "show and tell". Masing-masing menjelaskan kenapa benda itu dipilih.
  3. Semua benda dipajang di atas lemari kamar.
  4. Dilanjutkan rutinitas standar. Snack ringan, piyama, dan gosok gigi.
  5. Si kakak diberi waktu bermain sendiri di kamar, sementara saya menyusui si adik.
  6. Kami membaca buku bersama.
  7. Kami mengucap syukur atas hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan hari itu.
  8. Lalu, satu per satu, kami ucapkan “selamat malam” pada benda-benda pilihan tadi dan juga satu sama lain, dalam urutan yang sama setiap malam.

Hasilnya? Ajaib.

Hanya dalam beberapa malam, pertarungan waktu tidur berubah menjadi rutinitas yang menenangkan. Si kakak tertidur lebih cepat, dan si bayi pun tidur lebih lama. Bahkan, mereka bangun lebih siang dari biasanya. Dan bagian terbaiknya: tidak ada lagi drama tangis dan teriakan sebelum tidur.

Si kecil bahkan terlihat senang mengucapkan “selamat malam” pada benda-benda pilihannya setiap malam, sebuah kegiatan yang dulu hanya dilakukan si kelinci kecil di buku. Kini, menjadi bagian dari kenyataan kami yang jauh lebih tenang.

Kami tidak butuh bowl of mush atau hiden mouse seperti di Goodnight Moon. Yang kami butuhkan hanya sedikit kreativitas dan banyak konsistensi.

Kesimpulan: Saat Tidur Tak Lagi Jadi Medan Perang

Jika Anda merasa frustasi menghadapi anak yang tak mau tidur, mungkin masalahnya bukan pada anak, tapi pada rutinitas. Cobalah berikan sentuhan baru, buat momen menjadi milik mereka juga, bukan sekadar perintah dari orang tua.

Kadang, jalan keluar bukan terletak pada mengubah anak, tapi pada bagaimana kita menciptakan pengalaman bersama yang bermakna. Dan dalam kasus kami, itu berarti mengucapkan “selamat malam” pada benda-benda kecil yang ternyata punya pengaruh besar.

Karena pada akhirnya, tidur yang nyenyak bukan hanya soal anak tenang—tapi juga soal orang tua yang akhirnya bisa minum teh panas tanpa gangguan.

Editor : Jauhar Yohanis
#ritual #anak sulit belajar #bermain #tidur