JP Radar Nganjuk - Generasi Z atau Gen Z merupakan kelompok usia yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, Gen Z dikenal memiliki gaya komunikasi yang unik, termasuk penggunaan bahasa gaul yang khas di media sosial maupun percakapan sehari-hari.
Dalam komunikasi mereka, istilah-istilah baru kerap bermunculan dan menjadi tren. Banyak di antaranya bersifat singkatan atau plesetan yang hanya dimengerti oleh sesama Gen Z. Bahasa ini menjadi bagian dari identitas digital mereka.
Baca Juga: Gen Z Wajib Tahu! 3 Cara Mudah Dapat Uang Secara Online
Berikut beberapa kosakata populer yang sering digunakan Gen Z:
-
Cegil
"Cegil" merupakan kependekan dari "cewek gila" dan digunakan untuk menggambarkan perempuan yang manja, kekanak-kanakan, dan gemar drama. Kata ini sering dipakai dalam konteks informal untuk menyindir perilaku tidak dewasa.
-
Clingy
Istilah "clingy" menggambarkan seseorang yang terlalu menempel atau terlalu bergantung pada pasangan. Dalam hubungan asmara, sifat clingy bisa terlihat dari sikap yang ingin selalu bersama dan sulit memberi ruang pribadi.
-
Flexing
"Flexing" adalah istilah yang merujuk pada tindakan pamer, baik itu kekayaan, prestasi, atau gaya hidup. Flexing bisa bernada positif jika bertujuan memotivasi, namun sering kali dianggap negatif karena berkesan sombong.
Baca Juga: Mengenal Kimbap, Makanan Favorit K-Popers dan Gen Z Nganjuk
-
Ghosting
"Ghosting" terjadi saat seseorang tiba-tiba menghilang dari komunikasi tanpa penjelasan. Istilah ini umum ditemukan dalam hubungan percintaan, namun juga bisa terjadi dalam hubungan pertemanan atau pekerjaan.
-
Healing
Kata "healing" dipakai untuk menggambarkan proses pemulihan mental atau emosional. Biasanya digunakan untuk menyebut kegiatan seperti liburan, meditasi, atau sekadar me time guna menghilangkan stres.
-
Picky
Istilah "picky" berarti terlalu pemilih. Seseorang yang picky biasanya sulit mengambil keputusan atau terlalu selektif dalam berbagai aspek, seperti makanan, pakaian, hingga pasangan.
-
Red Flag
"Red flag" digunakan untuk menandai hal-hal mencurigakan atau sifat buruk yang bisa menjadi tanda bahaya dalam hubungan. Misalnya, terlalu cepat mengungkapkan cinta bisa dianggap red flag oleh Gen Z.
-
Green Flag
Kebalikan dari red flag, "green flag" mengacu pada tanda positif dalam sebuah hubungan. Sifat seperti jujur, suportif, dan konsisten menjadi indikator seseorang layak dipercaya dan dijalin hubungan lebih dalam.
Baca Juga: Pengaruh Media Sosial terhadap Mental Health Gen Z
-
Gamon
"Gamon" adalah akronim dari "gagal move on". Istilah ini merujuk pada seseorang yang belum bisa melupakan mantan setelah putus cinta. Kondisi ini umum dijumpai dan sering jadi bahan candaan Gen Z di media sosial.
Bahasa gaul Gen Z terus berkembang seiring waktu. Mengerti istilah-istilah ini bukan hanya penting untuk memahami percakapan mereka, tetapi juga bisa menjadi jembatan komunikasi antar generasi. Bagi orang tua, guru, atau siapa pun yang berinteraksi dengan Gen Z, mengenal kosakata ini akan membantu membangun hubungan yang lebih akrab dan nyambung.
Editor : Jauhar Yohanis