JP Radar Nganjuk – Bagi sebagian besar orang, secangkir kopi di pagi hari sudah seperti ritual wajib. Selain bikin mata melek, kopi juga jadi teman setia sebelum mulai aktivitas.
Wangi dan rasa pahitnya yang khas bisa membangkitkan semangat.
Tapi, ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setelah ngopi, perut mendadak mulas dan langsung pengin ke kamar mandi.
Sebenarnya, apa sih yang bikin kopi bisa memicu keinginan buang air besar?
Jawabannya ada pada kandungan kafein yang ada di dalam kopi. Kafein ini bisa merangsang tubuh memproduksi hormon pencernaan seperti gastrin dan motilin.
Kedua hormon ini punya tugas untuk menggerakkan otot-otot di saluran pencernaan.
Nah, begitu hormon itu aktif, usus langsung bekerja lebih cepat mendorong sisa makanan menuju ke ujung saluran cerna.
Itulah kenapa perut terasa mules dan kita jadi buru-buru ke toilet, meskipun sebelumnya tidak merasa ingin buang air besar.
Uniknya lagi, efek ini bisa terjadi hanya dalam waktu beberapa menit setelah kita minum kopi, terutama kalau diminum dalam kondisi perut kosong.
Karena saat tidur, sistem pencernaan kita beristirahat. Begitu bangun dan langsung minum kopi, tubuh seperti “dikejutkan” dan langsung bereaksi.
Tak heran jika banyak orang merasa baru duduk sebentar usai ngopi, sudah harus berdiri lagi karena ingin ke belakang.
Bukan cuma kopi berkafein, bahkan kopi tanpa kafein alias decaf pun bisa memicu reaksi serupa.
Soalnya, selain kafein, ada juga kandungan lain dalam kopi seperti asam klorogenat yang bisa menstimulasi usus dan mempercepat proses pencernaan.
Jadi, efeknya bukan hanya soal kandungan kafein tinggi atau rendah, tapi juga soal senyawa lain yang ikut berperan.
Jenis kopi juga berpengaruh. Kopi robusta yang kadar kafeinnya lebih tinggi cenderung lebih cepat bikin mules dibanding kopi arabika.
Ditambah lagi kalau kopinya disajikan dingin dan dalam jumlah banyak, reaksinya bisa makin terasa karena kafeinnya lebih pekat dan penyerapannya lebih cepat.
Tapi tenang, bukan berarti harus berhenti ngopi.
Kalau tak ingin langsung ke kamar mandi setelah ngopi, bisa disiasati dengan minum kopi setelah makan, memilih jenis kopi yang kadar kafeinnya lebih rendah, atau menggunakan susu nabati sebagai campuran.
Gaya hidup dan metabolisme tubuh tiap orang memang berbeda-beda, jadi penting untuk tahu cara yang paling cocok buat tubuh masing-masing.
Dengan sedikit penyesuaian, kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus waswas perut mendadak berontak.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira