Anak Nonton Terlalu Banyak? Ini Kata Dokter Anak soal Bahaya & Solusi Bijak Screen Time!
Jauhar Yohanis• Selasa, 10 Juni 2025 | 14:25 WIB
Kebanyakan main hp sangat mengganggu perkembangan otak anak
Di zaman sekarang, susah rasanya menjauhkan anak dari layar. Mau itu TV, YouTube, atau tablet, semuanya seolah jadi “penyelamat” saat orang tua butuh waktu istirahat atau bekerja. Tapi, pernah nggak sih kepikiran: apa dampaknya untuk perkembangan anak?
Dalam video edukatif dari Dr. Mona (PedsDocTalk TV), beliau membahas dengan sangat tenang dan tanpa menghakimi soal screen time pada bayi dan balita, lengkap dengan penelitian ilmiah dan solusi nyata untuk orang tua.
Otak Anak & Bahaya Screen Time Berlebihan
Ternyata, otak anak di usia dini sangat rentan terhadap stimulasi berlebihan. Terlalu banyak visual dari layar bisa bikin anak:
Kesulitan fokus
Cepat frustrasi saat layar dimatikan
Kurang daya imajinasi
Terganggu kemampuan sosial dan bahasa
Dr. Mona menyebutkan sebuah studi dari JAMA tahun 2019 yang menemukan bahwa anak usia 3–5 tahun yang melebihi batas screen time menunjukkan penurunan kualitas jaringan otak putih—bagian penting yang mengatur memori dan pengendalian diri. Serem, ya?
Yang bikin anak pintar bukan video edukatif atau animasi lucu, tapi justru bermain dan ngobrol langsung dengan orang dewasa.
Contohnya:
Menatap wajah orang tua
Mendengar kata demi kata dari percakapan sehari-hari
Merespons ekspresi, suara, dan emosi
Inilah yang tidak bisa diberikan oleh layar, seberapa pun “pintarnya” konten yang ditonton.
Jangan Takut Anak Bosan, Ajak Main!
Dr. Mona juga mengingatkan bahwa rasa bosan itu sehat. Karena dari bosan, anak belajar mencari ide sendiri. Bukan langsung dikasih layar.
Beberapa alternatif yang bisa kamu coba:
Bikin area bermain yang aman dan menarik
Ganti-ganti mainan agar anak tidak cepat bosan
Orang tua juga usahakan mengurangi layar saat bersama anak (modeling is key!)
Batas Aman Screen Time (Sesuai Usia)
Dr. Mona tidak bilang “haram total.” Tapi ada panduan bijaknya:
Bayi
18–24 bulan: Boleh menonton bersama orang tua (co-viewing)
2–5 tahun: Maksimal 1 jam per hari, konten harus berkualitas
Di atas 5 tahun: Sesuaikan dengan kebutuhan, asal tidak mengganggu tidur, aktivitas fisik, dan waktu keluarga
Jauhkan Layar Saat Makan & Mau Tidur
Ini dua momen penting yang sebaiknya bebas layar:
Saat makan: Anak belajar motorik halus (mengunyah, memegang sendok), sekaligus interaksi sosial
Menjelang tidur: Minimal 1 jam sebelum tidur, karena layar bisa mengganggu hormon tidur
Kunci Utama: Aturan yang Konsisten Tapi Fleksibel
Dr. Mona sangat paham, tidak semua keluarga bisa ideal. Kadang perlu layar saat masak, kerja, atau saat anak sakit. Dan itu boleh, asal tidak jadi kebiasaan utama.
Tipsnya:
Buat aturan screen time bersama pasangan/keluarga
Jelaskan ke anak secara perlahan
Beri waktu transisi saat layar dimatikan (jangan mendadak)
Jangan merasa bersalah, tapi tetap cari keseimbangan
Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi bukan berarti harus sempurna 24 jam tanpa layar. Yang penting adalah kesadaran dan usaha membuat screen time tetap positif dan terkontrol.
Karena di luar layar yang menarik, ada dunia nyata yang jauh lebih kaya untuk tumbuh kembang buah hati kita (*)