JP Radar Nganjuk– Tidur siang bukan sekadar kebiasaan, tapi juga bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.
Meski begitu, tak sedikit orang tua yang masih bertanya-tanya, sampai usia berapa sebenarnya anak perlu tidur siang?
Apakah tidur siang wajib bagi semua anak, atau bisa dihilangkan begitu mereka mulai sekolah?
Menurut para pakar kesehatan anak, kebutuhan tidur siang sangat bergantung pada usia dan tingkat aktivitas anak sehari-hari.
Bayi yang baru lahir umumnya tidur hampir sepanjang hari, karena sistem saraf mereka masih berkembang.
Saat memasuki usia 1–3 tahun atau fase balita, anak masih membutuhkan tidur siang sekitar 1–2 jam untuk menjaga stamina dan mendukung proses belajar awal seperti berbicara dan berjalan.
Tidur siang memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan konsentrasi, memperkuat memori, hingga membantu menjaga emosi anak tetap stabil.
Tidur siang juga mendukung pertumbuhan hormon dan membantu memperbaiki jaringan tubuh yang lelah setelah aktivitas bermain.
Anak usia 3–5 tahun biasanya masih membutuhkan tidur siang setiap hari, meskipun durasinya mulai berkurang.
Namun saat anak menginjak usia sekolah dasar, sekitar 6 tahun ke atas, pola tidurnya mulai berubah.
Sebagian besar anak mulai cukup hanya dengan tidur malam, apalagi jika mereka sudah aktif secara fisik dan mental sepanjang hari.
Meski begitu, bukan berarti tidur siang langsung dihapus dari rutinitas. Jika anak terlihat lelah, mudah rewel, atau sulit fokus saat belajar, tidur siang singkat 20–30 menit bisa menjadi solusi untuk menyegarkan kembali energinya.
Di beberapa negara maju, bahkan sekolah menyediakan waktu khusus untuk tidur siang singkat atau “nap time” agar anak tetap produktif.
Di sisi lain, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan rutin, seperti menghindari penggunaan gadget menjelang waktu tidur, menjaga ruangan tetap sejuk dan tenang, serta memiliki jam tidur yang konsisten.
Jadi, tidak ada patokan usia baku kapan anak harus berhenti tidur siang.
Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, dan orang tua dianjurkan untuk mengenali tanda-tanda kelelahan atau kurang istirahat pada anak.
Yang terpenting, pastikan anak memiliki kualitas tidur yang baik, baik siang maupun malam.
Dengan istirahat yang cukup, anak akan tumbuh lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi tantangan belajar dan bermain setiap harinya.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Polteknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Jauhar Yohanis