JP RADAR NGANJUK- Tumpukan tugas kuliah jadwal organisasi yang padat, serta tekanan dari media sosial membuat banyak Gen Z merasa cepat lelh, baik secara fisik maupun mental. Di tengah kesibukan itu, muncul satu trend baruyang mulai diterapkan oleh anak muda: mental recharge.
Istilah mental recharge sendiri merujuk pada aktivitas sederhana yang bertujuan untuk mengistirahatkan pikiran dan mengembalikan energi emosional. Tidak harus pergi jauh atau menghabiskan banyak uang, Gen Z masa kini lebih memilih cara-cara sederhana namun bermakna untuk menjaga kewarasan.
Baca Juga: Overthinking Terus? Ini 5 Cara Simpel Jaga Kesehatan Mental
Salah satu aktivitas favorit para remaja adalah Journaling, menulis jurnal harian untuk melupakan emosi dan menyusun kembali pikiran yang kuat. Karena bercerita dengan tulisan itu menjadikan perasaan lebih lega.
Selain itu, trend menggunakan aromaterapi seperti lilin wangi dan diffuser juga semakin digandrungi. Aroma lavender, eucalyptus, hingga citrus dipercaya mampu menenangkan pikiran dan mambantu tidur jauh lebih nyenyak setelah hari yang melelahkan.
Tak ketinggalan, ‘me time’ di coffee shop sendirian juga jadi pilihan. Duduk sambil mendengarkan playlist favorit, menyelesaikan tugas, atau sekadar menatap jendela bisa menjadi bentuk healing kecil yang memberi dampak besar.
Baca Juga: Mengenal Burnout, Kelelahan Mental yang Mengintai Pekerja Modern
Gen Z saat ini mulai sadar pentingnya istirahat dari media sosial. Banyak yang memilih untuk melakukan digital detox selama beberapa hari agar tidak terbebani oleh tekanan dunia maya. Tak heran kini banyak gen Z yang menonaktifkan notifikasi aplikasi demi menjaga fokus dan ketenangan.
Mental recharge adalah bentuk tanggung jawab individu atas kesejahteraan emosionalnya. Penting sekali untuk gen Z menyadari tentang kebutuhan mental recharge, karena energi dan tenaga yang terlalu terforsir dapat mengganggu ketenangan mental. Dan dapat merusak mood untuk menjalani aktivita-aktivitas berikutnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik kesan 'rebahan' atau 'mageran', Gen Z justru tengah belajar memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Bagi mereka, recharge bukanlah kemalasan, melainkan kebutuhan.
Baca Juga: Waspadai Gejala Depresi, Jangan Anggap Sepele Gangguan Kesehatan Mental Ini
Karena pada akhirnya, sehat mental sama pentingnya dengan sehat fisik. Maka, apapun aktivitasnya selama bisa bikin pikiran kembali jernih dan hati terasa ringan itu adalah langkah kecil yang patut diapresiasi.
Penulis: Sabilatul Nur Hartanti- Mahasiswa UIN SATU Tulungagung
Editor : Jauhar Yohanis