JP RADAR NGANJUK - Di era modern, stres telah menjadi teman sehari-hari. Tenggat kerja, tugas kuliah, berita yang menyesakkan, hingga kondisi ekonomi yang tak menentu memberikan beban di tulang punggung dan pikiran kita. Banyak dari kita tidur larut malam karena pikiran kacau. Bangun dengan sarapan kekhawatiran. Stres menjadi syarat hidup yang hampir tak terhindarkan.
Tapi, ada salah satu cara alami untuk meredakan tekanan ini yaitu dengan berkebun. Melibatkan diri dalam kegiatan berkebun seperti menyiram, mencabut rumput, dan merawat tanaman bisa memberikan ketenangan yang sulit ditemukan di layar gadget. Bersentuhan dengan tanah, melihat tunas kecil mulai tumbuh, hingga mendengar daun bergoyang terbukti menjadi bentuk terapi yang menenangkan.
Lalu, seperti apa tip berkebun yang cocok untuk meredam stres? Pertama, luangkan waktu sekitar 20–30 menit tiga kali seminggu untuk menyiram atau merawat tanaman kecil di pot. Menurut Garden Season, “even short sessions make a difference” dan pentingnya konsistensi, bukan durasi panjang. Mulai dari tanaman aromatik seperti lavender atau mint yang cepat tumbuh, atau tanaman daun mudah dirawat seperti selada. Sentuhan warna dan wangi mereka bisa jadi penyejuk pikiran yang instan.
Korelasi antara berkebun dan penurunan stres telah banyak dibuktikan. Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa kegiatan berkebun secara berulang memberi efek positif kepada kesejahteraan mental mengurangi kecemasan, stres, dan meningkatkan kualitas hidup. Studi di PLOS One juga menemukan bahwa wanita sehat yang mengikuti kelas berkebun dua kali seminggu selama 4 minggu melaporkan penurunan kecemasan dan depresi lebih signifikan dibanding mereka yang mengikuti kelas seni.
Tapi apa yang secara spesifik membantu menurunkan stres? Beberapa hal berikut memang terbukti. Interaksi dengan tanaman dan aroma alami meningkatkan regulasi hormon seperti serotonin dan dopamine, penentu suasana hati dan tidur yang baik.
Aktivitas fisik ringan seperti menyiram atau mencabut rumput juga membantu menurunkan hormon stres kortisol lebih efektif dibanding membaca saja. Tambahkan keheningan taman, gemericik air, atau kicau burung, dan ketenangan itu akan terasa menyeluruh.
Banyak studi mendukung klaim ini. Salah satunya adalah survei mahasiswa UB yang menyatakan aktivitas berkebun bisa meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stres, serta memperbaiki tidur, apalagi bila dilakukan secara intensif di lahan sekecil 10% area rumah. Riset di UK mencatat bahwa setelah pekarangan warga mulai menghijau, proporsi responden dengan pola kortisol sehat meningkat dari 24 % jadi 53 %, serta lebih banyak merasa bahagia dan rileks.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis