Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengapa Hujan di Indonesia Tak Mau Pergi?

Internship Radar Kediri • Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:57 WIB
Ilustrasi MJO by SoraAI
Ilustrasi MJO by SoraAI

JP RADAR NGANJUK-Musim Kemarau, Tapi Hujan Tak Reda Seharusnya bulan Juni hingga Agustus menjadi periode kemarau di Indonesia. Namun, pada 2025 ini, hujan masih mengguyur berbagai wilayah, dari Jawa hingga Sumatra.

Fenomena ini dikenal sebagai wet dry season atau kemarau basah. Salah satu penyebab utamanya adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer tropis yang berperan besar dalam membentuk cuaca Indonesia.

Apa Itu MJO?

MJO pertama kali diperkenalkan oleh Roland Madden dan Paul Julian pada tahun 1971. Fenomena ini berupa gelombang konveksi atmosfer tropis yang bergerak dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik, melintasi wilayah Indonesia.

Menurut BMKG, MJO memiliki dua fase utama:

Siklus MJO berlangsung sekitar 30–60 hari, sehingga dalam satu tahun bisa terjadi beberapa kali periode basah dan kering akibat pengaruh MJO (BMKG, 2025).

Jejak Global MJO

Meski sering dianggap sebagai fenomena lokal, MJO sebenarnya memiliki jejak global. Penelitian menunjukkan bahwa MJO dapat memperkuat monsun di India, memicu badai tropis di Samudra Pasifik maupun Samudra Hindia, serta mengubah pola cuaca di Amerika Serikat dan Eropa .

Dengan demikian, ketika fase basah MJO melintas di langit Indonesia, dampaknya bisa menjalar hingga ribuan kilometer jauhnya.

Menurut BRIN, fenomena MJO kini semakin sulit diprediksi karena dipengaruhi pemanasan global dan interaksinya dengan fenomena iklim lain seperti El Niño–La Niña.

Hal ini membuat musim kemarau di Indonesia tak lagi identik dengan cuaca kering, melainkan diselingi hujan deras yang datang tak menentu.

Baca Juga: Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Tewaskan 3 Warga, Puluhan Mengungsi

Pemahaman tentang MJO sangat penting, tidak hanya bagi ilmuwan, tetapi juga bagi petani, nelayan, pemerintah daerah, dan masyarakat luas. Dengan mengetahui pola MJO, risiko bencana dapat ditekan dan sektor pertanian bisa lebih siap menghadapi perubahan iklim.

Fun Fact ; Lahir di Samudra Hindia. Hampir semua peristiwa MJO dimulai dari Samudra Hindia bagian barat. Jadi, bisa dibilang wilayah Indonesia adalah “jalur favorit” MJO dalam perjalanannya ke arah Pasifik.

 

Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa UN PGRI Kediri

Editor : Jauhar Yohanis
#hujan #MJO #Siklus #cuaca #kemarau basah