JP RADAR NGANJUK - Resident Playbook, drama Korea yang sempat viral beberapa waktu lalu, menghadirkan sosok dokter muda bernama Oh Yi-young. Karakter Oh Yi-young berhasil mencuri perhatian penonton.
Karakternya yang cuek dan santai dinilai sangat merepresentasikan generasi Z. Di balik sikapnya yang terlihat sederhana, Oh Yi-young ternyata memiliki jiwa stoicism yang bisa kita pelajari untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.
Stoicism adalah filsafat hidup yang mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, menerima dengan tenang hal-hal di luar kendali, serta menjalani hidup dengan kebijaksanaan. Yi-young merepresentasikan prinsip ini dengan caranya sendiri.
Baca Juga: Yoo Mi Rae: Cermin dari Hidup Kita di Balik Kata Baik Baik Saja
Ia bukan dokter paling ambisius atau haus pengakuan dari senior. Meskipun cuek dan kerap merasa berat dengan pekerjaannya, ia tetap menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak memaksakan diri untuk selalu bersinar, melainkan menjalani hidup apa adanya tanpa terbebani ekspektasi dan validasi.
Salah satu keistimewaan Yi-young adalah kemampuannya untuk tidak memusingkan hal-hal di luar kendali. Jika dimarahi, ia menerima, jika salah, ia diam lalu memperbaiki. Alih-alih tenggelam dalam amarah atau kekecewaan, Yi-young memilih refleksi dan mencari solusi. Sikap sederhana ini justru menjadi pelajaran berharga. Hidup bisa lebih ringan jika kita berhenti terlalu larut dalam hal-hal yang tidak bisa kita ubah.
Bagi mereka yang sering overthinking atau khawatir akan pandangan orang lain, karakter Yi-young bisa menjadi panutan. Ia mengajarkan tidak ada yang menuntut kita untuk sempurna. Tidak masalah berjalan perlahan, selama kita terus berproses. Hasil bukanlah satu-satunya ukuran, karena pertumbuhan sejati terjadi dalam perjalanan itu sendiri.
Yi-young memang bukan sosok yang paling percaya diri. Ia sering meremehkan dirinya dengan mengatakan tidak punya kemampuan atau ketekunan. Namun, justru dari kerendahhatian ini ia menunjukkan bahwa kemajuan bukan tentang kecepatan, melainkan konsistensi. Sering dimarahi, sering salah, namun tetap bertahan dan belajar setiap hari. Itulah yang membuatnya lebih kuat dibanding mereka yang hanya tampak hebat sesaat.
Sisi empatik Yi-young juga patut dicontoh. Dalam salah satu adegan, Kim Sa-bi menghapus semua file proyek yang sudah ia kerjakan. Alih-alih marah atau membalas, Yi-young memahami bahwa Sa-bi hanya ingin kesempatan yang sama.
Ia bahkan mengajak Sa-bi untuk terlibat dalam proyek tersebut. Kemampuan Yi-young dalam memahami bahwa orang yang menyakiti kita mungkin sedang berjuang dengan lukanya sendiri, menunjukkan sisi emotional Intelligence yang sangat tinggi.
Oh Yi-young menunjukkan bahwa menjadi “biasa” bukanlah kelemahan. Hidup tidak selalu harus berkilau dengan pencapaian. Kadang, yang terpenting hanyalah bertahan hari ini, lalu melangkah lagi besok. Dari karakter Yi-young, kita belajar bahwa kebijaksanaan, ketenangan, dan empati bisa membuat hidup terasa lebih ringan dan bermakna. Siap mengadopsi karakter Yi-young di kehidupan nyata?
Baca Juga: Drama Korea Genie, Make a Wish Dibintangi Kim Woo-bin & Suzy, Tayang 3 Oktober 2025 di Netflix
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis