Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Impostor Syndrome: Perang Diam Diam dengan Rasa Minder

Internship Radar Kediri • Selasa, 26 Agustus 2025 | 21:59 WIB

Photo
Photo
JP RADAR NGANJUK - Pernahkah kamu merasa seolah-olah kesuksesan yang diraih hanyalah hasil keberuntungan, bukan kemampuanmu sendiri? Atau merasa tidak pantas berada di posisi yang sedang kamu duduki? Jika iya, kemungkinan kamu mengalami impostor syndrome.

Fenomena psikologis ini kerap disebut sebagai “perang diam-diam dengan rasa minder,” karena penderita sering menyembunyikan perasaan tidak layak di balik pencapaian nyata mereka.

Secara psikologis, impostor syndrome membuat seseorang meragukan kemampuan dan prestasinya sendiri. Mereka cenderung mengaitkan kesuksesan dengan faktor eksternal, seperti keberuntungan atau bantuan orang lain, bukan usaha atau kompetensi diri.

Akibatnya, perasaan tidak layak dan takut ketahuan “bodoh” selalu membayangi, meski di mata orang lain, mereka tampil percaya diri.Dampak dari impostor syndrome bisa meluas ke banyak aspek kehidupan. Penderita sering mengalami overthinking, perfeksionisme, hingga stres kronis.

Mereka menunda pekerjaan atau merasa cemas berlebihan karena takut gagal. Dalam jangka panjang, rasa minder ini bisa menurunkan motivasi, menimbulkan kelelahan emosional, dan bahkan memengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan.

Namun, ada cara untuk menghadapi impostor syndrome. Salah satunya adalah menyadari pola pikir yang salah. Hal ini berupa mengakui bahwa merasa tidak layak adalah hal yang umum, dan tidak berarti refleksi kemampuan sebenarnya.

Latihan self-compassion membantu seseorang lebih lembut terhadap diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Menulis jurnal prestasi dan keberhasilan sehari-hari juga bisa menjadi cara efektif untuk menginternalisasi pencapaian yang sebenarnya nyata.

Selain itu, berbagi pengalaman dengan orang terpercaya teman, mentor, atau profesional dapat membantu memperkuat perspektif realistis tentang kemampuan diri.

Menyadari bahwa banyak orang sukses juga mengalami perasaan serupa bisa mengurangi rasa takut ketahuan “bodoh.” Dengan latihan dan kesadaran yang konsisten, seseorang bisa mulai membedakan antara kritik membangun dan rasa takut yang berlebihan.

Impostor syndrome bukanlah kelemahan. Ia hanyalah bagian dari pengalaman manusia modern yang menuntut banyak dari dirinya sendiri. Dengan mengenali gejala, memahami dampaknya, dan menerapkan strategi coping yang sehat, kamu bisa perlahan mengubah “perang diam-diam” ini menjadi perjalanan penguatan diri. Menjadi sadar akan kemampuanmu sendiri adalah langkah pertama untuk menaklukkan rasa minder dan menjalani hidup lebih percaya diri.

Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Miko
#self acceptance #rasa minder #Impostor syndrome #percaya diri