JP RADAR NGANJUK-Pernahkah kamu memperhatikan bahwa pada botol air minum kemasan selalu ada tanggal kedaluwarsa? Padahal, secara logika, air itu sendiri tidak memiliki zat yang bisa membusuk atau basi seperti makanan. Lalu, kenapa produsen tetap mencantumkan masa berlaku?
Menurut artikel di KlikDokter, air mineral murni secara kimiawi memang tidak bisa basi. Molekul air tidak akan berubah hanya karena waktu.
Namun, yang kerap menjadi persoalan justru kemasannya, yaitu botol plastik yang menyimpan air tersebut.
Baca Juga: Stop Sampah Plastik! 5 Kebiasaan Ramah Lingkungan di Rumah
Jika botol disimpan terlalu lama, terutama melewati tanggal kedaluwarsa, ada kemungkinan terjadi interaksi antara air dan bahan kimia dari plastik.
Proses ini bisa lebih cepat jika botol sering terpapar panas, seperti saat ditinggal di dalam mobil, diletakkan di dekat kompor, atau terjemur sinar matahari langsung.
Dalam kondisi itu, zat kimia dari plastik dapat larut ke dalam air, meski dalam jumlah kecil, sehingga memengaruhi rasa dan kualitas air.
Selain aspek kimia, ada pula faktor higienis yang dipertimbangkan. Botol plastik bukan material yang benar-benar kedap udara.
Seiring waktu, oksigen dari luar bisa masuk dalam jumlah kecil, begitu pula partikel mikro lain yang berpotensi menurunkan kesegaran air.
Baca Juga: Kenapa Kemasan Keripik Banyak Udaranya? Ini Rahasianya!
Hal ini membuat air tidak lagi terasa se-segar saat pertama kali dikemas. Maka, tanggal kedaluwarsa berfungsi sebagai standar jaminan mutu produsen agar konsumen tetap mendapatkan kualitas terbaik.
Namun, penting dipahami bahwa tanggal tersebut bukan berarti setelah lewat air otomatis berbahaya untuk diminum.
Melainkan, setelah melewati batas itu, produsen tidak bisa lagi menjamin rasa, kejernihan, maupun kualitas air tetap sama.
Dengan kata lain, yang “kedaluwarsa” bukanlah airnya, melainkan kemasannya yang memiliki keterbatasan.
Jadi, tanggal kedaluwarsa pada botol air mineral bukan hanya soal rasa, tapi juga bentuk tanggung jawab produsen terhadap konsumen, sekaligus kepatuhan pada regulasi distribusi.
Dengan adanya batas waktu ini, produsen lebih mudah mengontrol keamanan produk di pasaran, termasuk saat harus melakukan penarikan barang jika ditemukan masalah produksi.
Baca Juga: Rutin Minum Air Hangat, Tubuh Sehat Luar Dalam
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis