P RADAR NGANJUK - Di era media sosial mudah sekali merasa rendah diri dan tertinggal. Melihat teman sebaya yang lebih sukses, lebih menarik, atau lebih bahagia, sering kali membuat kita merasa “tidak cukup” atau bahkan tidak pantas. Padahal, perasaan itu bisa menggerogoti kesehatan mental jika dibiarkan.
Penelitian dari Journal of Personality and Social Psychology (Festinger, 1954) mengungkap, bahwa manusia memang punya kecenderungan alami melakukan social comparison. Perbandingan ini bisa menjadi motivasi, tapi juga bisa menurunkan harga diri bila fokusnya hanya pada kekurangan diri. Lalu, bagaimana cara membangun self-worth agar lebih tenang dan percaya diri?
1. Sadari Pola Pikir yang Negatif
Catat kapan kamu mulai merasa rendah diri. Apakah setelah membuka Instagram? Atau ketika mendengar pencapaian teman? Menyadari pemicu akan membantu kamu mengontrol reaksi.
2. Rayakan Hal Kecil yang Kamu Capai
Tidak semua keberhasilan harus besar. Konsisten bangun pagi, menyelesaikan bacaan, atau sekadar berani mengungkapkan pendapat di kelas juga layak diapresiasi.
3. Batasi Konsumsi Media Sosial
Menurut riset American Psychological Association, penggunaan media sosial berlebih dapat meningkatkan kecemasan dan depresi. Cobalah puasa digital sesekali untuk memberi ruang pada diri sendiri. Batasi penggunaan media sosial dan alihkan pada aktivitas yang lebih positif.
4. Latih Self-Compassion
Psikolog Kristen Neff menekankan pentingnya memperlakukan diri dengan kasih sayang, sama seperti kita memperlakukan sahabat. Alih-alih menyalahkan diri, katakan: “Aku sedang berproses, dan itu wajar.”
5. Bangun Lingkungan yang Mendukung
Dikelilingi orang-orang yang suportif akan memperkuat rasa percaya diri. Pilih teman yang mengangkat semangat, bukan yang membuatmu merasa lebih kecil.
Merasa kurang pantas adalah hal yang manusiawi, tapi jangan sampai hidupmu dikendalikan oleh itu. Ingat, nilai diri (self-worth) tidak ditentukan oleh seberapa cepat kamu mencapai sesuatu dibanding orang lain, melainkan bagaimana kamu menghargai perjalananmu sendiri.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis