1. Bukan Burung Asli Indonesia Jalak mawar berasal dari Eropa Timur hingga Asia Tengah. Mereka hanyalah "turis" yang sesekali mampir ke Indonesia saat bermigrasi.
2. Hidup Berkoloni, Ramai Tapi Seru Burung ini sangat sosial. Mereka suka hidup berkelompok, bahkan bisa mencapai ratusan hingga ribuan ekor. Pemandangan gerombolan jalak mawar di langit sangat menakjubkan!
3. Jagoan Pengendali Hama Alami Jalak mawar adalah pemakan serangga ulung, terutama belalang. Mereka bisa memangsa serangga dalam jumlah besar, membantu petani mengendalikan hama secara alami.
4. Migrasi Ribuan Kilometer Setiap tahun, jalak mawar melakukan perjalanan jauh dari Eropa ke Asia Selatan. Tujuannya? Mencari tempat kawin dan makanan yang melimpah.
5. Pembawa Keberuntungan di India Di India, kedatangan jalak mawar sering dianggap sebagai pertanda baik, seperti datangnya musim hujan atau panen.
6. Warnanya Bisa Berubah Warna bulu hitam di kepala dan sayapnya bisa berkilau kebiruan saat terkena sinar matahari, menambah keunikan penampilannya.
7. Adaptif dan Tidak Rewel Saat serangga sulit ditemukan, jalak mawar bisa beralih ke buah, biji-bijian, atau nektar. Burung ini juga mudah dirawat dengan pakan sederhana seperti jangkrik, buah pepaya, atau pisang.
8. Suara Kicauan yang Nyaring Meski tidak seindah jalak suren, kicauan jalak mawar tetap nyaring. Apalagi jika dipelihara lebih dari satu, suasananya akan terasa sangat hidup.
9. Objek Fotografi Favorit Gabungan warna yang unik, kebiasaan berkoloni, dan tingkah lakunya yang lincah membuat jalak mawar sering jadi incaran para fotografer burung.
10. Harganya Cukup Mahal Karena kelangkaannya di Indonesia, harga jalak mawar di pasaran cenderung lebih tinggi dibanding jalak lokal. Ini wajar, mengingat mereka didatangkan dari luar negeri.
Editor : Miko