JP RADAR NGANJUK Dalam hitungan hari, wajah sejumlah sudut Kota Surabaya berubah dramatis. Jalan-jalan protokol yang biasanya didominasi warna hijau dan abu-abu, tiba-tiba dihiasi hamparan warna-warni bunga yang memukau. Fenomena mekarnya bunga pohon Tabebuya secara serentak dan cepat ini kembali memikat hati warga dan pengendara yang melintas.
Pohon-pohon Tabebuya yang biasanya terlihat biasa saja, seolah memasuki mode ‘fast motion’. Hanya dalam kurun 3-5 hari, kuncup-kuncupnya berkembang pesat menjadi rangkaian bunga berbentuk terompet yang memenuhi seluruh canopy pohon. Warna-warni yang mendominasi adalah kuning keemasan, putih, pink, dan ungu, menciptakan pemandangan layaknya negeri dongeng dan sering dijuluki “Sakura-nya Indonesia”.
Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo, Jalan Mayjen Sungkono, dan area sekitar Taman Bungkul adalah beberapa lokasi yang paling spektakuler untuk dinikmati keindahan bunga yang berasal dari Brasil ini. Banyak pengendara sengaja melambatkan kendaraannya, bahkan tak sedikit warga yang (tèdì - sengaja) datang untuk berfoto dan menikmati pemandangan langka tersebut.
Hasil dari Perencanaan dan Perawatan Konsisten
Fenomena yang terjadi dalam beberapa hari ini bukanlah kejadian instan atau kebetulan. Keindahan singkat ini adalah hasil dari perencanaan dan perawatan konsisten oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) yang telah bertahun-tahun membudidayakan pohon ini.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pemilihan Tabebuya didasari pada keindahan bunganya dan kemampuannya beradaptasi dengan iklim tropis Surabaya. “Kita ingin Surabaya tidak hanya hijau, tetapi juga colorful. Tabebuya ini selain indah, daunnya juga tidak mudah rontok dan akarnya tidak merusak jalan, jadi sangat cocok untuk pohon jalur hijau kota,” jelas Eri.
Baca Juga: Butuh Spot Mancing di Nganjuk? Bendungan Semantok Tempatnya!
Perawatan intensif seperti pemupukan dan pemangkasan secara rutin menjadi kunci agar pohon-pohon ini bisa berbunga secara optimal dan dalam waktu yang relatif bersamaan.
Lebih dari Sekadar Keindahan, Ini Manfaatnya
Kehadiran Tabebuya membawa manfaat lebih dari sekadar pemandangan yang Instagramable. Keindahannya telah menciptakan ruang publik yang menyenangkan secara gratis, meningkatkan kualitas hidup warga, dan mengurangi stres.
Secara ekologis, pohon ini juga berperan dalam menyerap polusi udara—masalah klasik kota metropolitan seperti Surabaya. Bunganya yang rontok juga tidak membentuk limbah basah yang membusuk, melainkan kering dan mudah disapu, sehingga tidak mengotori jalan.
Fenomena mekar singkat Tabebuya ini diharapkan tidak hanya dinikmati keindahannya, tetapi juga dijaga bersama. Warga diimbau untuk tidak merusak atau memetik bunga secara sembarangan agar semua orang bisa menikmati pesonanya hingga akhir musim berbunga.
Momentum mekarnya Tabebuya ini menjadi pengingat yang indah bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban, alam selalu punya cara untuk menyajikan kejutan yang menyejukkan hati, meski hanya untuk beberapa hari.
Baca Juga: Ada Empat Keberangkatan Sehari, Kereta Ini Jadi Favorit Warga Nganjuk ke Jogja
Dita Amelia Ningsih, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis