Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Hobi Baca? Begini Cara Simpan Buku agar Tidak Kuning dan Rapuh!

Dedy Nurhamsyah • Rabu, 17 September 2025 | 22:30 WIB
Buku Lama yang Menguning dapat Dihindari dengan Beberapa Trik
Buku Lama yang Menguning dapat Dihindari dengan Beberapa Trik

JP RADAR NGANJUK - Bagi para pecinta buku, menjaga koleksi tetap rapi dan awet adalah kebanggaan tersendiri.

Sayangnya, banyak yang mengeluhkan halaman buku cepat menguning, padahal baru disimpan beberapa tahun. Kondisi ini wajar karena kertas mengandung lignin, zat alami dari kayu yang akan teroksidasi seiring waktu.

Namun, faktor lingkungan seperti kelembapan, debu, dan paparan cahaya juga sangat berpengaruh. Dengan perawatan yang tepat, warna halaman bisa bertahan lebih lama dan buku tetap terlihat baru.

1. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Buku paling mudah rusak jika berada di tempat lembap. Suhu ruangan yang panas dan udara yang lembap mempercepat proses oksidasi kertas, membuatnya cepat menguning.

Hindari menyimpan buku di area dekat dapur, kamar mandi, atau gudang yang jarang dibuka. Lebih baik pilih ruangan dengan suhu stabil, sejuk, dan memiliki cahaya alami yang tidak berlebihan. Jika ruangan sering lembap, bisa gunakan dehumidifier atau menaruh silica gel agar udara tetap kering.

Baca Juga: Literasi Generasi Z: Apakah Buku Fisik Masih Menarik di Tengah Digitalisasi?

2. Jangan Gunakan Rak Kayu

Rak kayu memang estetik, tapi ternyata bisa mempercepat kerusakan buku. Kayu mengandung zat kimia alami yang perlahan-lahan bisa merembes ke kertas.

Selain itu, rak kayu cenderung menyerap kelembapan sehingga memicu pertumbuhan jamur. Jika hanya ada rak kayu, sebaiknya dilapisi dengan plastik bening, kertas karton, atau kain bersih agar buku tidak bersentuhan langsung dengan permukaan kayu. Lebih aman gunakan rak logam atau rak plastik berkualitas yang lebih tahan lama.

3. Gunakan Rak dengan Pintu atau Penutup

Debu adalah musuh utama buku. Semakin sering terkena debu, semakin cepat warnanya berubah kusam. Menyimpan buku di rak dengan kaca atau pintu penutup membantu mengurangi paparan debu dan menjaga kondisi tetap kering. Jika memakai rak terbuka, rajin-rajinlah membersihkan permukaan buku dengan kemoceng halus atau kain microfiber kering setiap beberapa hari. Dengan begitu, buku tidak akan berbau apek atau terlihat kotor.

4. Pakai Alas di Rak Buku

Meletakkan alas di rak buku sering dianggap sepele, padahal cukup penting. Alas dari kertas karton, plastik, atau kain bisa menjadi lapisan pelindung yang mencegah kelembapan meresap dari rak ke kertas.

Selain itu, ketika ingin membersihkan rak, buku lebih mudah dipindahkan karena alas bisa ditarik keluar bersama debunya. Pilih alas yang tidak mudah lembap agar tidak menimbulkan masalah baru.

Baca Juga: 5 Situs Buku Anak 2025 yang Tidak Banyak Diketahui, Padahal Gratis & Interaktif!

5. Jangan Biarkan Buku Menempel Terlalu Rapat

Menyusun buku dengan posisi terlalu rapat bisa menyebabkan punggung buku cepat rusak karena tekanan, dan udara tidak bisa bersirkulasi dengan baik.

Sisakan sedikit ruang di antara buku-buku agar kertas bisa “bernapas”. Hal ini membantu menjaga kelembapan tetap seimbang. Jika rak penuh, sebaiknya tambahkan rak baru daripada memaksa menjejalkan buku di tempat sempit.

6. Pastikan Sirkulasi Udara Lancar

Ruangan dengan sirkulasi udara buruk biasanya cepat lembap, sehingga buku mudah berjamur. Pastikan rak buku berada di ruangan dengan ventilasi yang baik. Sesekali, buka jendela agar udara segar masuk. Bisa juga menyalakan kipas angin untuk membantu sirkulasi. Udara yang lancar akan menjaga kelembapan stabil dan mencegah bau apek.

7. Jangan Langsung Terkena AC

Meskipun udara dari AC terasa menyejukkan, kertas justru bisa menjadi rapuh jika terkena aliran AC secara langsung.

Angin dingin membuat kertas kehilangan kelembapan alaminya sehingga mudah sobek dan warnanya cepat pudar. Tempatkan rak buku di area yang tidak terkena hembusan AC secara langsung, misalnya di sisi ruangan yang lebih teduh.

Baca Juga: Membaca Buku di Era Digital, Menemukan Ketenangan yang Hilang

8. Gunakan Sampul atau Pelindung Buku

Memberi sampul plastik atau pelindung khusus bukan hanya membuat buku terlihat rapi, tapi juga melindungi kertas dari debu, noda, dan paparan cahaya berlebih. Untuk koleksi buku langka, gunakan sampul berbahan bebas asam (acid-free) agar tidak mempercepat proses penguningan. Jika tidak suka plastik, bisa gunakan sampul kain yang lembut.

9. Tambahkan Kamper atau Silica Gel

Kelembapan adalah penyebab utama halaman menguning dan berjamur. Meletakkan beberapa butir kamper atau silica gel di rak buku bisa membantu menyerap kelembapan berlebih.

Namun, pastikan kamper tidak bersentuhan langsung dengan buku karena aromanya cukup tajam. Untuk cara yang lebih alami, bisa gunakan kantung kecil berisi biji kopi atau daun teh kering yang juga bisa menyerap bau tak sedap.

10. Jangan Membaca dengan Tangan Kotor

Banyak orang tidak sadar bahwa minyak alami di tangan bisa menempel di kertas dan mempercepat perubahan warna.

Apalagi jika selesai makan lalu langsung menyentuh halaman buku. Biasakan mencuci tangan sebelum membaca agar kertas tetap bersih.

Jika sering membaca buku lama atau koleksi antik, gunakan sarung tangan tipis agar lebih aman.

Dengan menerapkan cara-cara sederhana ini, buku kesayangan bisa tetap awet dan terhindar dari noda kuning yang mengganggu. Perawatan rutin memang butuh sedikit usaha, tapi hasilnya sepadan: rak buku terlihat rapi, koleksi tetap harum, dan halaman buku seolah tidak pernah menua.

Baca Juga: Review Buku Animal Farm, Gambaran Pemerintah Diktator di Masa Perang Dunia Dahulu Kala

 

Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Miko
#silica gel #sirkulasi udara #sampul buku #buku #Rak buku #Buku kuning