JP RADAR NGANJUK-Make Up tebal memang jadi senjata andalan buat acara-acara penting. Mulai dari foundation full coverage, contour, highlighter, eyeshadow, sampai maskara waterproof bisa bikin kita makin pede. Tapi yang sering kelupaan adalah "beban" yang nempel di kulit setelah seharian pakai makeup tebal.
Nggak cuma makeup doang yang nempel, tapi juga minyak alami kulit, sunscreen, keringat, debu, sampai polusi udara yang ikut menempel di wajah. Kalau semua "sampah" ini nggak dibersihkan tuntas, akibatnya bisa fatal pori-pori tersumbat, jerawat pada bermunculan, kulit jadi iritasi, bahkan bisa merusak skin barrier.
Makanya, double cleansing jadi solusi yang tepat. Teknik bersihin muka dua tahap ini bukan cuma ikut-ikutan tren, tapi emang cara yang efektif buat mastiin wajah bersih maksimal. Langkah pertama pakai pembersih berbasis minyak buat angkat makeup dan kotoran yang sifatnya oil-based, terus dilanjut dengan pembersih berbasis air buat bersihin sisa-sisa kotoran yang larut air. Dengan begini, kulit jadi bener-bener bersih dari segala macam residu.
Fakta di Balik Double Cleansing
Menurut Healthline, metode double cleansing terbukti lebih ampuh buat ngangkat makeup, sunscreen, dan polusi ketimbang cuma sekali bersihin muka. Pendapat ini didukung sama ulasan dari GQ yang jelasin kalau zat-zat kayak sebum, makeup, dan sunscreen itu sifatnya lipofilik alias bisa larut dalam minyak. Sementara keringat sama kotoran justru larut dalam air. Jadi, kalau cuma andalin satu jenis pembersih aja, pasti masih ada lapisan yang ketinggalan nempel di kulit. Makanya butuh dua tahap pembersihan yang berbeda buat mastiin semua kotoran terangkat sempurna.
Riset soal kondisi kulit masyarakat Indonesia juga nunjukin fakta menarik. Studi berjudul "Facial skin characteristics and concerns in Indonesia" (Du et al., 2022) nemuin kalau jerawat cukup banyak dialami sama kelompok usia 20–30 tahun. Nah, di rentang usia ini, pemakaian makeup tebal emang lebih sering dilakuin.
Tanpa pembersihan yang bener, risiko jerawat dan masalah kulit lainnya jadi makin gede. Jadi, nggak heran kalau banyak orang di usia produktif ini yang struggle sama masalah kulit karena nggak tepat dalam bersihin muka setelah pake makeup tebal.
Manfaat Double Cleansing
Double cleansing setelah pake makeup tebal emang punya banyak banget manfaat nyata. Pertama, bisa ngangkat makeup dan sunscreen sampai bersih total. Produk berbasis minyak ini mampu ngelarutin foundation, lipstick matte, sampai maskara waterproof yang susah banget dibersihkin pakai sabun muka biasa.
Kedua, teknik ini bisa cegah penyumbatan pori yang jadi biang kerok jerawat. Sisa-sisa makeup yang numpuk di kulit bisa jadi sarang bakteri, jadi bersihinnya sampai habis adalah langkah pencegahan terbaik.
Manfaat ketiga adalah jaga skin barrier tetap sehat. Banyak yang takut double cleansing bikin kulit kering, padahal justru kebalikannya kalau dilakuin pakai produk yang tepat. Pembersihan bertahap ini ngurangin kebutuhan gosok muka terlalu keras, jadi kelembapan kulit tetap terjaga.
Keempat, double cleansing bikin penyerapan skincare jadi maksimal. Toner, serum, sama moisturizer bakal kerja lebih efektif pas kulit udah bener-bener bersih.
Terakhir, metode ini bantu lawan dampak polusi. Partikel halus dari udara bisa nempel di kulit, bikin oksidasi, dan mempercepet tanda-tanda penuaan. Nah, bersihin dua tahap ini bantu kurangin risiko tersebut.
Cara Praktis Melakukan Double Cleansing
Banyak orang ngira double cleansing itu ribet, padahal langkahnya simpel banget. Tahap pertama pakai pembersih berbasis minyak kayak cleansing oil atau cleansing balm. Produk ini diolesin ke muka yang masih kering, terus dipijat pelan-pelan biar pigmen makeup terangkat. Habis itu, tambahin sedikit air supaya produknya berubah jadi emulsi, baru deh bilas sampai bersih.
Tahap kedua pakai pembersih berbasis air, misalnya sabun muka yang teksturnya gel, creamy wash, atau foam yang lembut. Tujuannya buat bersihin sisa minyak, keringat, dan kotoran yang larut air yang belum keangkat. Bilas pakai air hangat ya, jangan air panas, biar kulit nggak iritasi. Setelah selesai, muka udah siap nerima perawatan selanjutnya kayak toner, serum, dan moisturizer.
Yang perlu diinget, double cleansing sebaiknya dilakuin malem hari setelah seharian aktivitas pakai makeup. Kalau pagi hari, cukup pakai pembersih ringan aja buat ilangin minyak dan keringat semalaman.
Catatan Penting untuk Kulit Sensitif
Nggak semua kulit bisa diperlakuin sama. Buat yang punya kulit sensitif atau masalah khusus kayak rosacea, eksim, atau alergi, harus lebih hati-hati milih produk. Pilih pembersih yang bahannya lembut, bebas alkohol tinggi, pewangi yang nyengat, atau surfaktan keras yang bisa bikin iritasi.
Jangan terlalu sering pake scrub atau produk eksfoliasi pas double cleansing, karena justru bisa merusak skin barrier. Ingat, tujuannya kan bersihin, bukan malah bikin kulit rusak.
Kesalahan lain yang sering banget terjadi adalah kebanyakan double cleansing. Misalnya dilakuin pagi-malam padahal kulit nggak lagi pake makeup tebal. Kebiasaan ini malah bisa bikin kulit kering atau kerasa ketarik-tarik.
Prinsipnya gini: cukup sekali sehari di malam hari, terutama pas kulit udah kena makeup, sunscreen, dan polusi seharian. Kalau pagi hari dan nggak pake makeup berat, nggak perlu double cleansing segala.
Double cleansing setelah makeup tebal emang investasi kecil yang dampaknya besar buat kesehatan kulit jangka panjang. Dengan bersihin muka dua tahap pertama pakai pembersih minyak, terus lanjut pembersih air kulit jadi bebas dari sisa makeup, minyak, keringat, dan polusi yang nempel seharian. Manfaatnya bener-bener terasa: bisa cegah jerawat, jaga skin barrier tetep sehat, bikin skincare kerja maksimal, sampai lindungi kulit dari dampak buruk polusi udara.
Praktiknya simpel, tapi efeknya luar biasa. Asal dilakuin pakai produk yang cocok dan frekuensi yang tepat, double cleansing bisa jadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit harian. Jadi, setelah tampil maksimal dengan makeup tebal, jangan lupa kasih hadiah terbaik buat kulit yaitu pembersihan yang bener-bener tuntas. Kulit sehat, hati senang!
Penulis: Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri
Editor : Jauhar Yohanis