JP RADAR NGANJUK- Anda harus ekstra teliti dan hati-hati dalam merawat tanaman saat memasuki musim hujan. Air yang berlebihan dapat membuat akar tergenang, batang mudah patah, bahkan menyebabkan tanaman membusuk. Padahal, dengan perawatan sederhana, tanaman tetap bisa sehat meski diguyur hujan setiap hari.
Drainase adalah kunci utama. Pastikan lubang di dasar pot tidak tersumbat agar air hujan cepat mengalir keluar. Jika perlu, tambahkan pecahan genteng atau batu kecil untuk memperlancar aliran air. Drainase yang baik akan mencegah akar tergenang dan membusuk.
Penyiraman adalah kesalahan yang paling sering dilakukan saat musim hujan. Tanaman yang terkena air hujan tidak perlu disiram lagi. Penyiraman berlebihan akan berisiko pada pembusukan akar. Oleh karena itu, aturlah penyiraman dengan tepat.
Usahakan untuk menggunakan media tanam yang gembur. Campurkan tanah dengan sekam bakar atau pasir dengan perbandingan 2:1 agar tanah tidak mudah memadat saat terkena hujan. Media yang gembur membuat akar tetap mendapat oksigen.
Beberapa tanaman hias sensitif sebaiknya dipindah ke bawah atap transparan atau teras rumah. Tujuannya agar daun dan bunga tidak terlalu sering terkena hujan langsung, sehingga risiko patah atau jamuran berkurang.
Kelembapan tinggi di musim hujan akan memicu pertumbuhan jamur. Rajinlah memangkas daun yang busuk atau mulai membusuk. Semprotkan fungisida alami seperti larutan bawang putih (2 siung per liter air) atau jahe (50 gram per liter air) seminggu sekali untuk pencegahan. Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman cukup agar daun cepat kering.
Merawat tanaman di musim hujan memang butuh perhatian ekstra. Namun, dengan drainase yang baik, media tanam yang tepat, dan sedikit perlindungan, tanaman bisa tetap tumbuh sehat dan terhindar dari pembusukan.
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah-Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis