JP RADAR NGANJUK - Spons cuci piring termasuk alat dapur yang paling sering digunakan, tetapi juga paling mudah kotor. Karena selalu lembap dan bersentuhan dengan sisa makanan, spons bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur. Spons sering kita anggap bersih karena digunakan untuk mencuci piring dan permukaan dapur.
Namun, menurut artikel The Spruce berjudul How to Clean a Sponge the Right Way—And When You Should Definitely Throw It Out (2024), spons justru termasuk salah satu barang paling terkontaminasi di rumah.
Jika terus digunakan, kuman tersebut bisa berpindah ke piring dan alat makan yang seharusnya sudah bersih. Agar lebih higienis dan awet, spons cuci piring perlu dirawat dengan cara yang tepat.
Baca Juga: Sering Ditaruh di Kamar Mandi? Ternyata Barang-Barang Ini Cepat Rusak!
1. Bilas hingga benar-benar bersih setiap selesai digunakan
Setelah mencuci piring, jangan biarkan sisa sabun, minyak, atau remah makanan menempel di spons. Bilas di bawah air mengalir sambil diremas beberapa kali hingga busanya hilang seluruhnya. Setelah itu, peras sampai airnya keluar semua agar tidak lembap. Kebiasaan kecil ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri sejak awal.
2. Keringkan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara baik
Spons yang disimpan dalam wadah tertutup akan tetap lembap dan menjadi tempat ideal bagi jamur. Letakkan spons di rak terbuka atau tempat sabun yang berlubang agar cepat kering. Jika memungkinkan, simpan di dekat jendela dapur atau area yang terkena sinar matahari langsung untuk membantu mengeringkan lebih cepat.
3. Disinfeksi secara rutin menggunakan air panas atau bahan alami
Sekali atau dua kali seminggu, lakukan pembersihan mendalam. Cara termudah adalah dengan merendam spons dalam air panas selama lima menit. Alternatif lainnya, campurkan air dan cuka dengan perbandingan 1:1, lalu rendam spons selama 10–15 menit. Cuka memiliki sifat antibakteri alami yang efektif membunuh kuman tanpa bahan kimia keras.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Lem G pada Kulit dengan Aman dan Efektif
4. Hindari mencampur penggunaan untuk berbagai keperluan
Gunakan spons yang berbeda untuk mencuci piring, membersihkan meja dapur, atau mencuci peralatan memasak. Penggunaan spons yang sama untuk semua area dapur bisa menyebabkan perpindahan bakteri silang. Pilih warna berbeda untuk membedakan fungsinya agar lebih mudah diingat.
5. Perhatikan tanda-tanda spons sudah harus diganti
Spons yang sudah lembek, berubah warna, berbau tidak sedap, atau mengeluarkan lendir sebaiknya segera dibuang. Idealnya, spons diganti setiap 1–2 minggu sekali tergantung pada intensitas pemakaian. Mengganti spons secara rutin akan mengurangi risiko penyebaran bakteri ke seluruh peralatan makan.
Merawat spons cuci piring sebenarnya tidak sulit, hanya membutuhkan sedikit perhatian setiap hari. Dengan membilas, mengeringkan, dan mensterilkannya secara rutin, spons akan lebih awet dan tetap higienis. Selain menjaga kebersihan dapur, kebiasaan ini juga membantu melindungi kesehatan keluarga dari kuman yang tidak terlihat.
Baca Juga: Cara Mengusir Nyamuk di Rumah Tanpa Obat Nyamuk Bakar
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi