1. Gratitude Journal
Jenis ini fokus pada rasa syukur. Kamu hanya perlu menuliskan hal-hal yang membuatmu bersyukur setiap harinya, sekecil apa pun itu. Misalnya: “Bersyukur bisa menikmati secangkir kopi pagi” atau “Bersyukur ada teman yang mau mendengarkan keluh kesamu.” Gratitude journal membantu melatih pikiran lebih positif dan mengurangi stres.
2. Bullet Journal
Bullet journal cocok untuk kamu yang ingin hidup lebih teratur. Kamu bisa membuat to-do list, habit tracker, hingga rencana bulanan. Selain praktis, bullet journal juga bisa dikreasikan dengan gambar atau warna agar lebih menarik.
3. Morning Pages
Konsep ini dipopulerkan oleh Julia Cameron dalam bukunya The Artist’s Way. Morning pages dilakukan dengan menulis bebas tiga halaman setiap pagi, tanpa aturan atau sensor. Tujuannya adalah mengosongkan pikiran, melepaskan beban, dan membuka ruang kreativitas.
4. Art Journal
Kalau kamu lebih suka visual, art journal bisa jadi pilihan. Alih-alih hanya menulis, kamu bisa menambahkan sketsa, kolase, cat air, atau bahkan stiker. Jenis ini cocok untuk mengekspresikan emosi secara kreatif dan menyenangkan.
5. Dream Journal
Pernah bangun tidur lalu lupa mimpi barusan? Dream journal bisa membantumu merekam mimpi setiap kali bangun. Menuliskan mimpi tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa jadi cara memahami isi pikiran bawah sadar dan melatih ingatan.
Setiap orang punya gaya journaling yang berbeda. Ada yang lebih suka menulis panjang, ada juga yang lebih nyaman dengan visual. Tidak ada cara yang salah, yang penting kamu menemukan metode yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Baca Juga: Sering Merasa Dikucilkan dan Tidak Dianggap? Pahami 6 Hal ini!
Widia Isnaini Rochmatun Nikmah - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi