Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Dewan Pendidikan Prihatin Kasus Siswi Aborsi

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 3 Januari 2024 | 00:21 WIB

Photo
Photo



NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus dugaan pemaksaan aborsi yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya, Red) siswi SMK/sederajat di Kecamatan Kertosono membuat Dewan Pendidikan prihatin. Karena kejadian itu menunjukkan jika pergaulan bebas di kalangan pelajar masih terjadi. "Seks bebas ini menyebabkan kehamilan tidak diinginkan (KTD)," tandasnya.
Menurut Roni, kasus dugaan aborsi tidak bisa dianggap sepele. Karena korban adalah pelajar. Yang menghamili juga masih berstatus pelajar juga.
Roni mengatakan, pergaulan bebas marak di kalangan pelajar di Kota Angin. Ini terlihat dengan banyaknya kasus pernikahan dini akibat hamil duluan hingga terbaru dugaan pemaksaan aborsi oleh siswi. "Semua pihak mulai dari orang tua, guru, dan pemerintah harus peduli untuk mencegah pergaulan bebas di kalangan pelajar," tegasnya.
Selain pendidikan karakter dan agama, Roni meminta sekolah perlu menyisipkan pendidikan kesehatan reproduksi. Hal ini penting untuk diketahui para remaja, terutama juga untuk menjawab rasa keingintahuan mereka yang sangat besar. “Meskipun mungkin sudah ada dalam pelajaran misalnya biologi dan IPA, tapi remaja perlu mengetahui apa dampak dari pergaulan bebas ini," ujarnya.
Pihak yang dianggap layak memberikan pendidikan kesehatan reproduksi tersebut adalah sekolah yakni guru dan orang tua. Orang tua tidak boleh menutup mata tentang pengetahuan seperti ini kepada anak-anaknya. “Orang tua jangan menganggap hal ini masih tabu, tapi ini perlu diketahui supaya kasus hamil duluan tidak semakin marak,” tandasnya.
Untuk diketahui, Polres Nganjuk masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pemaksaan aborsi siswi di Kertosono. Polres memeriksa sepuluh saksi untuk dimintai keterangan lebih dalam. Mulai dari Bunga, orang tua, dokter yang memeriksa kandungan Bunga, dan terlapor yakni F, 18, pacar Bunga. "Sekarang masih dalam penyelidikan kasus ini," ujar Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk