NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Komplotan pencuri beraksi di swalayan Desa Kecubung, Kecamatan Pace. Aksi pencuri yang menggasak beberapa barang dagangan di swalayan tersebut terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV). Perbuatan komplotan itu viral di media sosial.
Kapolsek Pace AKP Reo Anggar Prabowo melalui Kasihumas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan, polisi sudah menerima laporan dan bukti rekaman CCTV dari pemilik swalayan. Kini anggota buser dari Polsek Pace masih memburu komplotan pencuri tersebut. “Mohon doanya agar kasus bisa terselesaikan dan pelaku bisa terungkap,” ujar Supriyanto, kemarin.
Informasi yang dihimpun koran ini, aksi komplotan pencuri itu dilakukan pada Jumat (19/1) sekitar pukul 16.30.
Kejahatan itu baru diketahui keesokan harinya. Pemilik swalayan curiga karena barang dagangannya banyak yang berkurang tetapi pemasukannya tidak bertambah. Kecurigaan itu yang kemudian memaksa si pemilik swalayan mengecek CCTV.
Dari rekaman itulah, korban mengetahui jika barang dagangannya dicuri. Tidak menunggu waktu lama, pemilik swalayan lalu membuat laporan ke Polsek Pace. Berharap para pelaku bisa segera ditangkap.
Berdasarkan video yang viral di media sosial itu, pelaku yang beraksi ada dua orang. Yang pertama adalah laki-laki. Dia memiliki ciri-ciri, berkulit sawo matang, matanya lebar dan tinggi sekitar 170 sentimeter. Sedangkan pencuri kedua, merupakan perempuan yang tingginya sekitar 160 sentimeter. Saat beraksi, si perempuan mengenakan jilbab panjang berwarna abu-abu.
Saat melakukan aksinya, keduanya pelaku saling bekerja sama. Mereka menyasar barang-barang kosmetik. Dari rekaman CCTV, si perempuan tampak mengambil berapa buah sabun cuci muka. Sabun itu kemudian diberikan ke pelaku lelaki. “Dugaannya seperti itu (komplotan, Red). Masih kami lidik,” ungkap Supri.
Aksi kedua pencuri itu dilakukan dengan sangat cepat. Mereka memanfaatkan toko yang sedang sepi. Dari cuplikan video yang lain, ada dugaan pelaku ketiga. Yakni pengemudi mobil abu-abu yang menurunkan dua pelaku tersebut.
Atas kejadian tersebut, Supri mengimbau masyarakat untuk waspada dan lebih berhati-hati. Rekaman CCTV dapat membantu kerja anggota kepolisian untuk mengidentifikasi para pelaku. Belum diketahui dari mana komplotan itu berasal. Bisa juga komplotan dari luar Kota Angin. “Mari bersama-sama menjaga wilayah Kota Angin agar terhindar dari tindak kriminalitas seperti apapun,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Redaksi Radar Nganjuk