NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Satlantas Polres Nganjuk berhasil menindak puluhan pelanggar lalu lintas. Puluhan pelanggar tersebut terdeteksi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile. Pelanggaran paling banyak terjadi karena pengendara tidak menggunakan helm SNI dan di bawah umur.
Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian mengatakan, angka tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Tercatat, 1.010 pelanggar terdeteksi melalui sistem ETLE mobile. “Penggunaan helm masih menjadi pelanggaran paling banyak selama operasi berlangsung,” ujarnya.
Baca Juga: Petani Menanam Padi saat Kemarau. Mengapa Bukan Jagung?
Keberadaan ETLE membuat banyak pengendara tak menyadari bahwa mereka sudah melanggar. Tidak sedikit yang mengira aman karena tidak melihat polisi berjaga. Namun, kamera ETLE bekerja otomatis merekam pelanggaran dan langsung mengidentifikasi plat nomor kendaraan. “Begitu terekam, sistem langsung memproses,” terang Ivan.
Kamera ETLE mobile mampu merekam pelanggaran seperti menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, bermain ponsel saat berkendara, tidak menggnakan sabuk pengaman, hingga pelanggaran marka jalan. Setelah pelanggaran terekam, data kendaraan langsung ditelusuri melalui database kepolisian. Petugas kemudian mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan untuk mengonfirmasi apakah benar yang bersangkutan melakukan pelanggaran. “Kami berikan waktu selama 8 hari konfirmasi, jika tidak konfirmasi maka akan dilakukan pemblokiran,” papar pria asal serang, Banten itu.
Baca Juga: Kebakaran di Pasar Mungkung. Rugi Puluhan Juta karena Dagangan Terbakar,
Menurut Ivan, kelompok usia pelanggar paling dominan berasal dari kalangan pelajar. Mereka kerap kali membawa motor saat pergi ke sekolah. Padahal, usia mereka belum cukup umur. “Anak-anak biasanya naik motor sendiri tanpa pengawasan orang tua,” tambahnya.
Meski Operasi Patuh Semeru telah berakhir, Ivan menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas melalui ETLE mobile akan terus dilakukan. Mobil patroli ETLE tetap beroperasi, menyusuri titik-titik rawan pelanggaran. “Kami imbau masyarakat untuk tetap tertib meski tidak ada operasi,” tandasnya. (nov/tyo)
Editor : Miko