Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Habisi Teman Gelandangan karena Emosi

Novanda Nirwana • Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:46 WIB

EMOSI: Atmorejo Sagi saat rekonstruksi pembunuhan Sucipto. Lansia ini mengaku menghabisi teman gelandangannya karena emosi.
EMOSI: Atmorejo Sagi saat rekonstruksi pembunuhan Sucipto. Lansia ini mengaku menghabisi teman gelandangannya karena emosi.

Hari Ini Sidang Pembunuh Sucipto di PN Nganjuk 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pembunuh Sucipto akan disidang di Pengadilan Negeri Nganjuk hari ini (29/10). Terdakwa Atmorejo Sagi, 71, warga Solo akan mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nganjuk Bagus Priyo Ayudo mengatakan, surat dakwaan sudah siap. “Kami akan bacakan dakwaan saat sidang perdana,” ujarnya. 

Menurut Bagus, dalam sidang perdana nanti JPU akan berusaha keras membuktikan jika terdakwa Atmorejo adalah pembunuh Sucipto. Karena itu, barang bukti akan dibawa ke persidangan. “Kami juga siapkan saksi-saksi untuk membuktikan dakwaan,” ujarnya. 

Kasus pembunuhan ini berawal dari ditemukannya jenazah Sucipto di kolong jembatan wilayah Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu. Polisi kemudian menetapkan satu orang tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku utama.

Atmorejo dijerat Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Setelah pelimpahan berkas perkara dari penyidik pada pertengahan Oktober, Kejari Nganjuk memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur hingga perkara siap disidangkan. “Semoga persidangan dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal,” harap Bagus. 

Sementara itu, Atmorejo mengaku jika dia membunuh Sucipto karena sakit hati. Dia sering dimintai uang oleh Sucipto, 55, temannya sesama gelandangan itu. Kemudian, lansia asal Solo itu juga disuruh membeli minuman keras (miras). Dalam kondisi setengah mabuk, pria asal Panekan, Kabupaten Magetan itu memaki-makinya. Akibatnya, Atmorejo emosi dan menikam sahabatnya itu berulang kali hingga meninggal dunia. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #pembunuhan