SIDAK: Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro melihat pertalite di SPBU Werungotok, Kecamatan Nganjuk kemarin. Sidak dilakukan karena ada beberapa sepeda motor brebet diduga karen
Sidak Tiga SPBU di Kabupaten Nganjuk
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga SPBU di Kabupaten Nganjuk kemarin (6/11). Sidak itu dilakukan setelah adanya keluhan dari pemilik kendaraan bermotor yang mengalami kondisi brebet.
Wakil bupati yang akrab disapa Mas Handy itu mengatakan, setelah mendapat laporan, dirinya ingin memastikan. Salah satunya dengan melakukan sidak di beberapa SPBU di Kabupaten Nganjuk. “Saya ingin memastikan apakah keluhan itu benar atau tidak,” ujar Mas Handy ketika ditemui di SPBU Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk.
Mas Handy menjelaskan Kabupaten Nganjuk memiliki 27 SPBU.
Sedangkan kemarin sidak dilakukan di tiga SPBU. Yaitu SPBU Prambon, SPBU Candirejo, dan SPBU Werungotok. Sidak itu dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk, Polres Nganjuk, dan Pertamina.
Pemeriksaan dimulai pada automatic tank gauge (ATG) atau pengukur tangki otomatis. Dilanjutkan dengan pengecekan pada tangki bahan bakar minyak (BBM). Terakhir petugas melakukan pemeriksaan pada kandungan BBM, seperti pertalite.
Mas Handy memastikan tidak ada masalah pada ketiga SPBU. Namun dirinya tidak ingin menyimpulkan seluruh SPBU di Kabupaten Nganjuk aman. Rencananya Disperindag Kabupaten Nganjuk akan melakukan sidak lanjutan. Targetnya adalah beberapa SPBU yang kemarin belum disidak. “Hari ini masih sampling saja. Selanjutnya kami akan melakukan pengecekan pada seluruh SPBU,” tandasnya.
Sementara itu, Sales Brand Manager Pertamina Rayon II Kediri Anwar Hidayat memastikan tidak ada masalah pada seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Nganjuk. “Insya Allah di Kabupaten Nganjuk aman,” ujarnya.
Lalu bagaimana jika ditemukan kendaran bermotor yang brebet? Menanggapi pertanyaan itu, Anwar mengatakan, Pertamina siap memberikan ganti rugi. Caranya dengan mendatangi SPBU di tempat terakhir pengisian BBM. “Kami akan ganti biaya perbaikan,” tambahnya sembari mengatakan Pertamina Rayon II sudah membuka posko aduan di Kota Kediri.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca mengatakan, pihaknya siap melakukan penyelidikan tentang kasus kendaraan bermotor yang brebet. Sayangnya, hingga kemarin, belum ada laporan resmi dari masyarakat. “Kami akan tindak tegas pihak yang merugikan masyarakat sebagai konsumen,” tegasnya. (wib/tyo)