Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ular Kobra Gemparkan Warga Desa Baleturi

Novanda Nirwana • Sabtu, 8 November 2025 | 19:01 WIB

BERBISA: Petugas Damkarmat Nganjuk mengevakuasi ular kobra yang bersembunyi balik lemari rumah warga.
BERBISA: Petugas Damkarmat Nganjuk mengevakuasi ular kobra yang bersembunyi balik lemari rumah warga.

Panggil Damkarmat karena Berbahaya

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Warga Desa Baleturi, Kecamatan Prambon gempar. Penyebabnya, seekor ular kobra masuk ke Toko Sembako Padil Anis, Kamis malam (6/11). Ular berbisa itu ditemukan bersembunyi di bawah lemari dan langsung memicu kepanikan karena berada di area aktivitas warga.

Laporan penemuan ular masuk pukul 21.03 WIB dari Luluk Ade Kurnia, 30, pemilik toko. Pria asal Dusun Santren Kidul, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Ia melaporkan keberadaan ular tersebut setelah melihat pergerakan mencurigakan di bawah lemari saat berada di dalam toko.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari melakukan operasi penangkapan reptil usai menerima laporan. Proses penanganan berlangsung hingga malam hari karena posisi ular berada di bawah lemari yang sulit dijangkau.

Menerima laporan tersebut, personel Siaga I Pos Bantu Tanjunganom segera dikerahkan ke lokasi. Setibanya di toko, petugas berkoordinasi dengan pemilik toko dan warga sekitar untuk mengamankan area. Penyisiran dilakukan dengan hati-hati mengingat ular kobra Jawa dikenal agresif bila merasa terancam. “Posisi ular berada di bawah lemari sehingga membutuhkan penanganan ekstra. Petugas harus memindahkan beberapa barang terlebih dahulu sebelum melakukan penangkapan,” ujar Imam.

Setelah memastikan kondisi aman, petugas berhasil mengamankan ular tanpa insiden. Reptil tersebut kemudian ditempatkan dalam wadah khusus untuk dibawa keluar dari permukiman warga.

Pemilik toko dan warga sekitar sempat waspada karena ular berada di ruang aktivitas harian mereka. Imam mengingatkan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan musim hujan. Kondisi cuaca lembap sering membuat ular keluar dari sarang dan mencari tempat yang hangat serta kering. “Jika menemukan ular atau hewan berbahaya, segera laporkan kepada petugas. Jangan mencoba menangani sendiri karena risikonya besar,” tegasnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#Damkarmat #evakuasi #nganjuk