Novanda Nirwana• Senin, 24 November 2025 | 21:22 WIB
BIKIN HEBOH: Petugas damkarmat menyemprot api yang melalap gudang toko emas di Tanjunganom kemarin.
Kunci Ketlisut Bikin Pemilik Kebingungan
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran melanda gudang Toko Emas Cakra di Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (22/11) malam. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu membakar bagian gudang. Kejadian tersebut membuat pemilik panik karena akses pintu terkunci.
Berdasarkan sumber koran ini, kebakaran pertama kali diketahui Memet, warga setempat yang baru saja menutup tokonya sekitar pukul 22.30 WIB. Saat hendak masuk rumah di belakang kecamatan,
ia melihat kepulan asap hitam membumbung dari arah toko emas yang berada tepat di samping tempat usahanya.
Ia pun langsung menghubungi pemilik toko dan menuju pos damkarmat untuk melapor. Laporan diterima Pos Bantu Damkar Tanjunganom dan satu unit Damkar langsung meluncur.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan api sudah membesar di area gudang. Petugas langsung memeriksa akses masuk, namun pemilik toko emas yaitu Herwanto, 62, kesulitan menemukan kunci gudang karena kepanikan.
Melihat api terus membesar, petugas memutuskan menjebol dua pintu akses gudang agar pemadaman bisa segera dilakukan. Upaya itu berhasil membuka jalan masuk, dan petugas segera menyemprot titik api hingga padam."Kami sempat menunggu pemilik toko untuk mencari kunci, namun dikarenakan lama akhirnya kami menjebol pintu," ujar Kepala Damkarmat Nganjuk Imam Ashari.
Penjebolan pintu membuat api semakin membesar. Sehingga petugas membutuhkan aaktu cukup lama untuk menjinakkan api.Api berhasil dipadamkan usai petugas berjibaku dengan api selama dua jam."Api berhasil dipadamkan pukul 00.30 WIB," paparnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Selain Damkarmat, petugasPolsek Tanjunganom, Koramil, serta warga sekitar ikut membantu pengamanan lokasi. Setelah pemadaman selesai, petugas melakukan pendataan dan memberikan sosialisasi kepada pemilik toko terkait potensi bahaya korsleting listrik. (nov/tyo)