Novanda Nirwana• Selasa, 2 Desember 2025 | 01:59 WIB
TES URINE: Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk mengecek urine warga binaan. Petugas menemukan enam warga binaan yang positif mengonsumi soma, yang termasuk obat keras
Mulai 1 Desember Layanan Titip Makanan Buka Lagi
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Enam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan kelas IIB Nganjuk positif mengonsumsi soma—obat keras golongan G seperti dobel L. Temuan itu didapat setelah petugas Rutan menggelar inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (29/11).
Kepala Rutan Nganjuk Arief Budi Prasetya mengatakan, soma termasuk obat keras yang dilarang beredar di lingkungan pemasyarakatan.
“Soma itu obat keras seperti dobel L dan lainnya. Ada 6 orang yang positif,” terang Arief.
Temuan ini langsung ditindaklanjuti jajaran pengamanan. Pihak rutan kini menelusuri potensi celah masuknya obat-obatan tersebut ke dalam blok hunian.“Kami masih dalami dari mana celahnya,” tegasnya.
Arief menegaskan, langkah pengawasan akan diperkuat, terutama pada sektor yang rawan menjadi pintu masuk barang terlarang. Salah satunya melalui penggeledahan badan pengunjung dan pemeriksaan barang pada penitipan makanan.
Mulai 1 Desember, penitipan makanan di Rutan Nganjuk kembali dibuka setelah sebelumnya sempat ditutup. Kebijakan itu diambil karena mempertimbangkan aspirasi warga binaan. Namun, pembukaan kembali layanan itu dibarengi peningkatan pengamanan yang jauh lebih ketat. “Karena mulai 1 Desember kami buka kembali penitipan makanan. Kami mempertimbangkan aspirasi dari warga binaan. Kami juga membuat komitmen dengan mereka agar tidak ‘menyelundupkan’ barang terlarang lewat penitipan makanan,” jelas Arief.
Untuk menjaga komitmen tersebut, evaluasi rutin akan dilakukan bersama petugas pengamanan. Setiap barang titipan akan diperiksa secara detail untuk memastikan tidak ada celah penyusupan.
Selain memperketat pengamanan fisik, tes urine acak akan digencarkan sebagai langkah pencegahan. Pola acak dianggap efektif karena tidak dapat diprediksi oleh warga binaan. “Pemeriksaan urine kami lakukan acak. Kali ini 12 orang kami ambil. Ke depan pemeriksaan seperti ini akan terus kami intensifkan,” tegas Arief.
Ia menambahkan bahwa pihak rutan tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang terbukti mengonsumsi atau menyelundupkan obat terlarang. Penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan serangkaian langkah penguatan tersebut, Arief berharap lingkungan rutan tetap steril dan aman.“Kami berkomitmen menjaga integritas rutan dan memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk,” pungkasnya. (nov/tyo)