Novanda Nirwana• Kamis, 18 Desember 2025 | 21:14 WIB
ADA YANG POSITIF: Petugas Satlantas Polres Nganjuk menggelar tes urine pada awak bus di Terminal Anjuk Ladang kemarin. Satu sopir bus dinyatakan positif karena minum obat pereda nyeri.
Tes Urine Jelang Libur Nataru
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pemeriksaan tes urine dan kesehatan awak bus di Terminal Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, berlangsung tegang kemarin. Penyebabnya,satu pengemudi terindikasi positif saat dites urinenya. Temuan itu muncul saat giat pemeriksaan gabungan jelang Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hasil tersebut membuat petugas melakukan pemeriksaan intensif oleh dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara.
Hasilnya, pengemudi tersebut tidak berada di bawah pengaruh narkoba. "Positif di urine itu karena yang bersangkutan diketahui mengonsumsi obat antinyeri dengan dosis ringan sehingga tidak mempengaruhi kemampuan mengemudi," ujar KBO Satlantas Polres Nganjuk Ipda Warji
Tes urine jelang Nataru tersebut merupakan upaya memastikan keselamatan angkutan umum selama masa libur akhir tahun.“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk pengemudi dan kru, terutama terkait kondisi kesehatan dan penggunaan obat-obatan terlarang,” ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh bus yang masuk terminal. Petugas menghentikan setiap kendaraan untuk memeriksa awak bus satu per satu.“Sebanyak 47 sopir, kernet, dan kondektur bus kami periksa,” jelas Warji.
Untuk sopir bus yang positif tersebut diizinkan melanjutkan perjalanan. Namun, petugas tetap memberikan catatan khusus.“Kami sarankan apabila nanti merasa pusing agar segera menepi dan istirahat sebentar,” imbuhnya.
Warji mengungkapkan, kegiatan tersebut melibatkan lintas instansi. Mulai dari Unit PM, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten Nganjuk, Dinas Kesehatan, hingga RS Bhayangkara.“Ini bagian dari kesiapan Operasi Natal dan Tahun Baru. Saat Operasi Nataru berlangsung, pemeriksaan serupa juga akan kami lakukan kembali,” tegasnya.
Selain tes urine dan kesehatan, petugas juga mengecek kelayakan kendaraan. Kondisi ban, klakson, wiper, hingga mesin bus diperiksa untuk memastikan armada layak jalan.“Kami juga dibantu tim penguji dari Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk,” jelas Warji.
Ia mengimbau para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan. “Mohon berhati-hati, jaga kecepatan. Kalau merasa pusing atau tidak enak badan, silakan istirahat dulu. Keselamatan adalah kebutuhan kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu sopir Bus Eka, Suradi, 53, menilai pemeriksaan tersebut sangat penting bagi para pengemudi bus.“Menurut saya ini sangat bagus. Ini menjaga keamanan penumpang. Kalau pengemudi tidak menggunakan narkoba, penumpang jadi lebih nyaman,” ujarnya.
Suradi mengaku dirinya juga mengikuti pemeriksaan dan dinyatakan lolos. “Tadi saya juga diperiksa. Alhamdulillah lolos, karena memang tidak pernah memakai obat-obatan terlarang,” pungkasnya. (nov/tyo)