Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Tertangkap di Tumpukan Jerami

Karen Wibi • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:26 WIB

AKHIR PELARIAN: Petugas Rutan Kelas IIB Nganjuk dan tim gabungan berhasil menangkap Moh Hairul Andik yang kabur dari rutan kemarin.
AKHIR PELARIAN: Petugas Rutan Kelas IIB Nganjuk dan tim gabungan berhasil menangkap Moh Hairul Andik yang kabur dari rutan kemarin.

Hairul Menyusuri Sungai, Empat Hari Tak Makan 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Pelarian narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk Moh. Hairul Andik berakhir kemarin (26/1). Hairul ditangkap tim gabungan Polres Nganjuk dan Rutan Nganjuk sekitar pukul 06.00 WIB. 

Awalnya, petugas mendapat informasi jika Hairul berada di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi  Kecamatan Baron pada Minggu malam (25/1). Karena itu, petugas mengintai rumah Hairul. Semalaman rumah Hairul diintai. 

Akhirnya, petugas mendapat informasi dari warga jika di kandang sapi ada yang mencurigakan. Petugas Rutan Nganjuk segera mengecek. Awalnya, tidak ditemukan Hairul.Kandang kosong.  Beruntung, petugas tidak menyerah. Tumpukan jerami dibuka. Ternyata, Hairul bersembunyi di tumpukan jerami. Seketika, Hairul diringkus dan digelandang ke Rutan Nganjuk. 

Sekitar pukul 06.30 WIB, Hairul tiba di Rutan Nganjuk. Namun, Hairul menolak dijebloskan ke kamar tahanan. Dia mengaku takut. “Kami akhirnya memindah Hairul ke Lapas Porong,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya kemarin. 

TAK BERKUTIK: Hairul dipiting petugas setelah tertangkap di tumpukan jerami.
TAK BERKUTIK: Hairul dipiting petugas setelah tertangkap di tumpukan jerami.

Kepada petugas Rutan Nganjuk, Hairul mengaku melarikan diri karena ingin bertemu istrinya. Sebab, dia cekcok. Namun, setelah keluar Rutan Nganjuk, Hairul ketakutan. Sehingga, dia tidak ke rumah istrinya. Dia justru bersembunyi di sekitar aliran sungai selama empat hari. “Dia tidak makan selama bersembunyi di semak-semak sepanjang aliran sungai,” ujarnya. 

Setelah empat hari berjalan dan bersembunyi, Hairul akhirnya tiba di rumahnya pada Senin (26/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Karena takut tertangkap, Hairul memilih bersembunyi di kandang. Dia bersembunyi di tumpukan jerami.

Arief mengatakan, pemindahan Hairul dari Rutan Nganjuk ke Lapas Porong tersebut sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Rutan Nganjuk. Karena narapidana pencurian sepeda motor ini mengaku takut jika harus kembali ke kamarnya. Kabarnya, dia punya utang. Kemudian, Hairul tidak membayar utang tersebut. “Masalah Hairul itu dia punya utang dan hubungan yang tidak harmonis dengan istrinya,” ujarnya. 

Arief mengucapkan banyak terima kasih kepada tim gabungan Polres Nganjuk, Kodim 0810 Nganjuk, Lapas Kelas 1 Surabaya, Rutan Kelas IIB Gresik, dan warga Nganjuk. Karena atas dukungan mereka, narapidana Hairul yang kabur dengan cara menjebol plafon dapur dan melompat pagar rutan akhirnya tertangkap. “Sinergi yang baik ini harus kita jaga bersama,” ujarnya. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#rutan nganjuk #kabur #narapidana