Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Jadi Intel Dadakan untuk Bekuk Napi Kabur 

Novanda Nirwana • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:31 WIB

TOTALITAS: Trio Fery Mahmuda memburu Moh Hairul Andik yang kabur selama empat hari.
TOTALITAS: Trio Fery Mahmuda memburu Moh Hairul Andik yang kabur selama empat hari.

Perjuangan Trio Fery Mahmuda, Pegawai Rutan Nganjuk

Trio Fery Mahmuda adalah petugas Pengelolaan Administrasi Umum Rutan Kelas IIB Nganjuk. Setiap hari, dia bergelut dengan berkas aministrasi warga binaan dan semua hal yang berhubungan dengan rutan. Namun, karena Moh. Hairul Andik, narapida kabur pada Kamis (22/1), Trio harus berganti peran. 

NOVANDA NIRWANA-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Kamis (22/1) sekitar pukul 11.30 WIB, Rutan Nganjuk heboh. Moh. Hairul Andik, narapidana pencurian sepeda motor kabur dari rutan. Dia menjebol plafon dan melompat pagar rutan. Semua petugas Rutan Nganjuk langsung mencari keberadaan Hairul. Termasuk, Trio Fery Mahmuda yang merupakan petugas Pengelolaan Administrasi Umum Rutan Kelas IIB Nganjuk. “Sejak saat itu, saya mencari Hairul di wilayah Kertosono dan Baron,” ujarnya kemarin. 

 

Selama empat hari mengejar Hairul sebagai intel dadakan, Trio tidak tidur di rumah. Dia hanya ke rumah saat mau mandi. Setelah mandi, Trio kembali menyisir wilayah Kertosono dan Baron. Termasuk, mengintai rumah Hairul dan istrinya. Karena pasangan suami istri (pasutri) itu tinggal di Baron. “Saya hampir tidak tidur selama empat hari mencari Hairul,” ujarnya. 

Perjuangan pria berusia 32 tahun bersama 13 petugas Rutan Nganjuk akhirnya membuahkan hasil. Sinergi yang baik dengan Polres Nganjuk, Kodim 0810, dan masyarakat membuatnya mendapat informasi tentang keberadaan Hairul. Yaitu, napi kabur itu berada di kandang. 

Karena itu, saat di kandang, Trio langsung mengobok-obok isi kandang. Termasuk, mengecek tumpukan jerami. Saat tahu, Hairul bersembunyi di tumpukan jerami, dia langsung meringkusnya. Hairul dipiting dan digelandang ke mobil. Kemudian, dibawa ke Rutan Nganjuk. “Alhamdulillah, lega. Capeknya langsung hilang setelah berhasil menangkapnya,” ujar Trio.

Bagi Trio dan rekan-rekannya, keberhasilan menangkap Hairul adalah bentuk tanggung jawabnya sebagai petugas Rutan Nganjuk. Karena keberhasilan Hairul kabur dari Rutan Nganjuk itu merupakan kelengahan petugas. Untuk itu, dia dan teman-temannya bertekad segera menangkap Hairul agar bisa menjalani  hukuman sesuai dengan vonis yang telah dijatuhkan pengadilan. Yaitu, 12 bulan penjara. “Teman-teman sangat solid. Jadi, kami tidak tidur empat hari juga tidak masalah asalkan dia berhasil tertangkap,” pungkasnya. (tyo)

 

Editor : Karen Wibi
#rutan nganjuk #narapidana kabur