Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Selamatkan Sopir yang Tertidur saat Mengemudi

Novanda Nirwana • Senin, 9 Februari 2026 | 14:15 WIB

TEKAN LAKA: Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk Iptu Dwi Purnomo sudah 20 tahun mengabdi.
TEKAN LAKA: Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk Iptu Dwi Purnomo sudah 20 tahun mengabdi.

Mengenal Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk Iptu Dwi Purnomo

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Nganjuk Iptu Dwi Purnomo menjadi orang yang beruntung. Cita-citanya menjadi polisi lalu lintas sejak kecil akhirnya terwujud. Bagi Dwi, polisi lalu lintas tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas dan menilang pengendara atau pengemudi yang tidak tertib berlalu lintas. Namun, berusaha mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas. 

NOVANDA NIRWANA-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

“Saya pernah menggebrak truk yang berjalan tetapi sopirnya tertidur,” kenang Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk Iptu Dwi Purnomo. Saat itu, dia bertugas Satlantas Polres Nganjuk. Dwi merasa curiga saat truk melaju dengan kecepatan tinggi tetapi arahnya tidak lurus. Padahal, Jalan Kertosono-Nganjuk merupakan jalur lurus. Karena curiga, Dwi mengejar truk tersebut. Ternyata, sopirnya tertidur pulas di kemudi. 

Mengetahui hal itu, Dwi berusaha membangunkan sopir truk. Saat mobil patrol mendekati truk, tangan Dwi langsung menggebrak pintu kemudi truk. ‘Brakkkk….Brakkkk…..Brakkk,”

Mendengar pintu truk digebrak, sopir tersebut akhirnya terbangun. Kemudian, menepi. Saat itu, Dwi mengingatkan agar sang sopir istirahat terlebih dulu. Karena rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. “Jangan mengemudi dalam kondisi mengantuk,” ingatnya. 

Pengalaman itu menjadi salah satu pengalaman yang paling diingatnya selama 20 tahun bertugas di Polres Nganjuk. Pria berusia 51 tahun asal Blitar ini mendapat banyak pengalaman berharga. Karena dia harus mengenal berbagai karakter masyarakat. Apalagi, selain di Satlantas Polres Nganjuk, bapak tiga anak ini juga pernah bertugas di Sabhara, Provos, SDM, hingga polsek. 

Sebagai polisi yang lama bertugas di Nganjuk, Dwi juga memahami karakteristik masyarakat tiap wilayah. Menurutnya, kawasan perbatasan seperti Kertosono cenderung memiliki pelanggaran lalu lintas lebih tinggi karena mobilitas kendaraan antar daerah cukup padat. Sementara wilayah kota,relatif lebih tertib.

Perubahan kondisi lalu lintas Nganjuk juga sangat dia rasakan. Sebelum adanya jalan tol, kemacetan kerap menjadi persoalan serius. Kini, beban kepadatan lalu lintas dinilainya jauh berkurang. “Setelah ada tol, kemacetan berkurang drastis. Bisa dibilang sampai 50 persen lebih ringan dibanding dulu,” katanya.

Meski begitu, pengabdian di kepolisian menuntut konsekuensi besar. Selama puluhan tahun bertugas, Dwi mengaku hampir tidak pernah menikmati libur panjang. Bahkan saat Lebaran, waktu mudik sering hanya satu atau dua hari, memanfaatkan sela libur dinas. “Sudah risiko pekerjaan, lama-lama ya terbiasa,” ujarnya.

Kini, sebagai Kanit Kamsel Satlantas Polres Nganjuk, fokusnya lebih banyak pada edukasi keselamatan berlalu lintas. Sosialisasi dilakukan ke berbagai kalangan, mulai pelajar hingga masyarakat umum. Salah satu pengalaman berkesan baginya adalah saat memberikan edukasi kepada siswa sekolah luar biasa (SLB). “Saya buat santai saja, banyak permainan dan interaksi supaya mereka senang. Yang penting pesan keselamatannya sampai,” ujarnya. (tyo) 

Editor : Karen Wibi
#satlantas polres nganjuk #nganjuk