NGANJUK, JP Radar Nganjuk – RG, siswa kelas XI SMA terancam mendekam di penjara selama 12 tahun. Hal ini karena RG berani membacok Di, 20, istri orang dengan sabit berulang kali. Akibatnya, Di harus dirawat intensif di rumah sakit. Nyawa Di juga nyaris melayang jika aksi RG tidak tepergok warga. “Kami jerat tersangka RG dengan pasal berlapis,” ujar Kasihumas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi.
Atas perbuatannya, Fajar mengatakan, RG dijerat Pasal 466 ayat (2) tentang tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Selain itu, tersangka juga dijerat pasal 479 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (kondisi yang memberatkan). Karena selain membacok, RG juga membawa kabur handphone korban.
“Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara,” tandasnya.
Polisi menduga aksi pembacokan tersebut tidak terjadi secara spontan. Sebab, tersangka membawa senjata tajam jenis sabit sebelum bertemu korban. Dia menyembunyikan sabit di balik hoodie. Kemudian, mengajak korban bertemu di jalan sepi. Yaitu, di jalan kawasan persawahan Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, pada Kamis (11/6). Akibatnya, Di mengalami luka pada bagian kepala, tangan, dan bahu kiri.
Menurut Di, dia dan RG memang saling mengenal. Bahkan, RG telah menidurinya sekali saat pesta minuman keras di rumah Di. Dalam kondisi teler, RG menyetubuhinya. Namun, Di membantah jika dia memeras RG dengan sering meminta uang dan mengaku hamil anak RG. Karena meski sudah berumah tangga selama tiga tahun, Di belum hamil. Sedangkan, dengan RG, dia hanya berhubungan intim sebanyak sekali. “Saya hanya sekali dikasih uang sebesar Rp 100 ribu. Uangnya juga masih utuh,” ujarnya.
Di mengaku, tidak mengetahui alasan RG membacoknya. Karena saat pertemuan di jalan pintas, tidak terjadi cekcok. Bahkan, kedatangannya ke jalan itu atas permintaan RG. RG mengaku membutuhkan bantuan Di. Sehingga, dia diminta datang ke jalan itu seorang diri. “Sampai saat ini saya tidak tahu mengapa saya dibacok dia,” ungkapnya. (nov/tyo)
Editor : rekian